Zakiyuddin Harahap Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Siklon Senyar

- Reporter

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews|Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan Tahap II Program Bantuan Perbaikan Rumah Rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyar juga diberikan kepada warga terdampak banjir di Kota Medan.

 

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, Selasa (3/3/2026) di Gedung PKK Medan.

 

Pada Tahap II ini, bantuan menyasar 50 kepala keluarga (KK) dengan total anggaran Rp1.095.000.000. Sebanyak 27 KK kategori rusak ringan menerima Rp15.000.000 per rumah dengan total Rp405.000.000. Sementara itu, 23 KK kategori rusak sedang menerima Rp30.000.000 per rumah dengan total Rp690.000.000.

 

Program ini sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Medan. Acara penyaluran bantuan turut dihadiri unsur pengarah BNPB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari, serta para camat se-Kota Medan.

Wakil walikota Medan foto Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kota Medan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari, serta para camat se-Kota Medan.

Di antara para penerima bantuan, Nurhaida Manurung dan suaminya, Maju Simangunsong, warga Jalan Starban, Polonia, Medan, menjadi salah satu korban terdampak paling parah. Banjir dahsyat menyebabkan dua bangunan milik mereka hanyut, termasuk dapur dan rumah sewa yang sebelumnya dibangun dari pinjaman modal.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Medan Apresiasi Prestasi Robotics dan Coding Siswa Nanyang Zhi Hui School

 

Saat ketinggian air mencapai lebih dari dua meter, Nurhaida dievakuasi Tim SAR menggunakan perahu karet ke pengungsian. Sementara itu, suaminya yang telah 14 tahun menderita stroke dievakuasi ke rumah anaknya di Simalingkar. Dalam situasi tersebut, Nurhaida juga mengalami cedera kaki akibat terjatuh dari tangga.

 

“Semua habis. Rumah sewa itu sumber harapan kami. Sekarang tinggal gaji pensiun sekitar Rp900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan yang sudah hanyut,” ujarnya lirih.

 

Ia mengaku bantuan perbaikan rumah dari Pemko Medan menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan usia dan kondisi kesehatan suaminya.

 

“Ini seperti mukjizat bagi kami. Saya sudah tidak sanggup lagi mengurus semuanya sendiri,” katanya.

 

Duka serupa dirasakan warga bantaran Sungai Belawan. Hujan deras pada akhir November membuat sungai meluap dan menerjang permukiman di Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, menjelang subuh 28 November. Banjir kiriman kembali datang keesokan harinya dan memperparah kondisi warga.

Baca Juga :  Billboard Berizin Dibongkar, PT Sumo Akan Melaporkan Pihak Terkait Ke Polda Sumut

 

Mardian Habibie Gultom, warga Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, mengatakan banjir kali menjadi ujian berat bagi keluarganya yang memiliki empat anak. Mereka sempat bertahan di lantai dua rumah sebelum akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan.

 

Sementara itu, tetangganya, Sunarto, sopir perusahaan yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di alamat yang sama, harus menerima kenyataan pahit ketika tembok dan atap rumahnya roboh diterjang arus deras. “Air datang sangat kuat, tiba-tiba tembok jebol dan atap runtuh,” tuturnya.

 

Ketinggian air yang mencapai 1,2 hingga 2 meter membuat warga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga, kendaraan, maupun dokumen penting. Warga sempat mengungsi ke SMP Negeri 40 Medan meskipun lokasi tersebut juga terdampak banjir setinggi sekitar satu meter.

 

Mardian Habibie Gultom dan Sunarto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas bantuan yang mereka terima. Mardian mengaku perhatian pemerintah membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah, sementara Sunarto berharap proses perbaikan rumah dapat segera tuntas agar keluarganya kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak World Rabies Day 2026, Zakiyuddin Harahap Dampingi Wagub Sumut Lepas Peserta Jalan Santai
Zakiyuddin Tinjau Medan Islamic Centre, Minta Kontraktor Jaga Gedung hingga Masa Pemeliharaan Berakhir
Akses Pejalan Kaki Terganggu, Warga Keluhkan Tumpukan Tanah Sisa Penggalian Dibiarkan
DPC Gerindra Kota Medan Bersama Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Jalan Alfalah
Sidak di Medan Helvetia, Wakil Wali Kota Temukan Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung
Sidang Kedua PT TSI vs Bank Mandiri Kembali Tertunda, Hakim Tegas: “Jangan Mempersulit Persidangan!”
25 Tahun Reuni IAY 2001 Hadirkan Kebersamaan Abiturient dan Guru. “Agak Laen” Memang 2001 Nich!!!! 
Perkuat Dukungan Pendidikan,Pemko Medan Beri Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:41 WIB

Semarak World Rabies Day 2026, Zakiyuddin Harahap Dampingi Wagub Sumut Lepas Peserta Jalan Santai

Kamis, 24 September 2026 - 11:46 WIB

Zakiyuddin Tinjau Medan Islamic Centre, Minta Kontraktor Jaga Gedung hingga Masa Pemeliharaan Berakhir

Minggu, 20 September 2026 - 17:54 WIB

DPC Gerindra Kota Medan Bersama Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Jalan Alfalah

Rabu, 16 September 2026 - 20:53 WIB

Sidak di Medan Helvetia, Wakil Wali Kota Temukan Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung

Senin, 14 September 2026 - 14:34 WIB

Sidang Kedua PT TSI vs Bank Mandiri Kembali Tertunda, Hakim Tegas: “Jangan Mempersulit Persidangan!”

Berita Terbaru