MEDAN, BMNews — Sejumlah warga mengeluhkan terganggunya akses pejalan kaki akibat pekerjaan penggalian dan pelebaran badan jalan di salah satu kawasan di Kota Medan. Sisa tanah hasil penggalian disebut belum segera diangkut sehingga menumpuk di sekitar trotoar dan sebagian materialnya terbawa ke badan jalan.
Kondisi tersebut dikeluhkan semakin mengganggu ketika hujan turun. Tanah yang bercampur air membuat permukaan trotoar menjadi licin dan berlumpur sehingga menyulitkan pejalan kaki serta berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan keterangan warga, trotoar di lokasi tersebut rencananya akan dikurangi sekitar 80 sentimeter pada sisi kanan dan kiri jalan untuk mendukung pelebaran badan jalan. Pelebaran dilakukan karena pada bagian tengah jalan telah dibangun jalur bus sehingga ruang kendaraan di sisi jalan menjadi lebih terbatas.
Selain pekerjaan pada area trotoar, warga juga menyebut terdapat sejumlah tiang jaringan telekomunikasi atau internet yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media Beritamedannews melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Selasa (22/9/2026). Dari hasil pantauan, terlihat material tanah sisa penggalian masih berada di sekitar area trotoar.
Seorang warga yang ditemui di lokasi mengatakan, material tanah tersebut telah berada di kawasan itu selama beberapa hari. Warga juga mengaku pernah melihat seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah melintas di sekitar kawasan tersebut saat kondisi jalan licin.
“Iya bang, sudah beberapa hari tanah itu dibiarkan. Kemarin di daerah sana ada warga yang terjatuh saat membawa motor, mungkin karena jalan licin. Tiba-tiba saja terjatuh, untung tidak cedera parah,” ujar warga.
Warga berharap pihak yang melaksanakan pekerjaan segera membersihkan dan mengangkut material sisa penggalian, terutama di tengah kondisi cuaca yang belakangan kerap diguyur hujan.
Menurut warga, pembersihan diperlukan agar material tanah tidak terbawa air hujan ke badan jalan dan mengganggu akses pejalan kaki maupun pengguna kendaraan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai pekerjaan penggalian tersebut, pihak PT PP menyatakan bahwa pekerjaan di lokasi saat ini dilakukan oleh APJATEL dan bukan merupakan pekerjaan yang dikerjakan oleh subkontraktor atau rekanan langsung PT PP.
“Yang kerja sekarang dari APJATEL, PIC-nya Pak Budi. APJATEL bukan subkon atau rekanan langsung PP. Mungkin lebih jelasnya ke kantor PP yang di Jalan Adam Malik,” ujar Joko, yang disebut sebagai pihak dari PT PP.
Ketika ditanyakan mengenai pihak yang menunjuk APJATEL sebagai pelaksana pekerjaan apabila APJATEL bukan subkon atau rekanan langsung PT PP, Joko menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak APJATEL.
“Mungkin langsung ke pihak APJATEL,” jawabnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak APJATEL maupun pihak terkait lainnya mengenai mekanisme penunjukan pelaksana pekerjaan, penanganan material sisa galian, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pembersihan area pekerjaan.
Redaksi Beritamedannews membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi APJATEL, PT PP, provider terkait, instansi berwenang, maupun pihak lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai pekerjaan penggalian, rencana pelebaran jalan, penanganan material sisa galian, serta langkah pengamanan bagi pejalan kaki dan pengguna jalan. (*)

.








