JAKARTA, BMNews — Partai Gerindra menyatakan optimisme bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan kembali mengalami peningkatan. Keyakinan tersebut didasari pada semakin optimalnya pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa tren kepuasan publik diyakini akan bergerak naik seiring dengan semakin matangnya implementasi kebijakan pemerintah di berbagai sektor. Ia menyebut, manfaat program-program tersebut kini mulai menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga.
“Kami optimistis, ketika pelaksanaan program semakin matang dan dampaknya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat, maka tingkat kepuasan publik akan meningkat secara alami,” ujar Sugiat dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memandang turunnya angka kepuasan publik sebagai ancaman politik. Menurutnya, dinamika survei justru menjadi refleksi sekaligus pengingat bagi pemerintah untuk mempercepat kinerja dan memastikan program berjalan lebih efektif.
“Penurunan angka survei tidak kami respons dengan kepanikan. Justru ini menjadi alarm penting agar pemerintah bekerja lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tetap fokus pada penyelesaian persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Beberapa prioritas utama di antaranya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas akses layanan kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga terus melanjutkan berbagai program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, serta pembenahan sektor ekonomi dan birokrasi.
Sugiat menilai, tidak semua kebijakan dapat langsung memberikan dampak instan atau popularitas tinggi. Namun demikian, langkah-langkah strategis tetap perlu diambil demi kepentingan jangka panjang bangsa.
“Seringkali kebijakan yang tepat untuk masa depan memang membutuhkan proses. Tidak selalu langsung populer, tetapi harus tetap dijalankan demi kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.
Di sisi lain, hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan. Pada Juli 2026, angka kepuasan publik tercatat sebesar 51,1 persen, turun dibandingkan November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Survei tersebut juga mencatat sebanyak 46,9 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi ekonomi, stabilitas politik, serta penegakan hukum yang dinilai belum sepenuhnya optimal. Selain itu, implementasi sejumlah program pemerintah turut menjadi perhatian publik.
Survei SMRC dilakukan pada periode 5 hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden, serta memiliki margin of error sekitar 3,7 persen.
Dengan berbagai langkah percepatan yang tengah dilakukan pemerintah, Partai Gerindra meyakini kepercayaan publik akan kembali menguat dalam waktu mendatang. (Admin)**

.








