PERMAHI Medan Desak Percepatan Reformasi Polri, Soroti Lemahnya Pengawasan Internal

- Reporter

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews — Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Medan mendesak percepatan reformasi di tubuh Polri. Desakan ini muncul menyusul sejumlah persoalan yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat, mulai dari dugaan kematian pelajar hingga keterlibatan eks pejabat Polri dalam kasus narkotika.

 

Ketua Lembaga Kajian dan Pengawasan Penegakan Hukum (LKPPH) PERMAHI Medan, Bakti Pandapotan Siagian, menegaskan bahwa berbagai persoalan yang mencuat belakangan ini tidak dapat semata-mata dipandang sebagai ulah oknum.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Rico Waas Luncurkan Medan Rabu Walk-In Interview, Pencari Kerja Bisa Wawancara Langsung Setiap Pekan

 

“Masalah yang terjadi di institusi Polri bukan hanya persoalan oknum, tetapi menjadi indikator lemahnya sistem pengawasan internal,” ujar Bakti dalam keterangannya.

 

Menurutnya, reformasi kepolisian perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. PERMAHI Medan mendorong agar dilakukan pengetatan dalam proses rekrutmen anggota Polri, serta pembenahan sistem pendidikan dan pelatihan di internal institusi tersebut.

 

Ia menekankan bahwa setiap anggota Polri harus ditanamkan kembali pemahaman mengenai tugas utama kepolisian, yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan, bukan semata-mata menjalankan perintah atasan.

Baca Juga :  Arsitek dan Konsultan Pengawas Sepakat: Proyek Waterfront City Samosir Rampung, PH Apresiasi Sikap Objektif Majelis Hakim
Foto : Pengurus PERMAHI Kota Medan Foto Bersama

Selain itu, PERMAHI Medan juga mengajak mahasiswa dan akademisi di seluruh Indonesia untuk turut mengawal isu reformasi kepolisian melalui kajian akademik, advokasi, serta kritik yang konstruktif.

 

“Peran mahasiswa dan akademisi sangat penting dalam menjaga marwah penegakan hukum dan memastikan reformasi institusi berjalan secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Dugaan Korupsi Waterfront City Samosir: Saksi Sebut Proyek Telah Sesuai Kontrak, Hakim Minta Pelapor Yang Merupakan Jaksa Agar Dihadirkan
Gubernur Sumut Tegaskan Helen’s Night Mart Harus Tutup Jika Izin Tak Lengkap
Pemko Medan Tegaskan Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat
Dua Saksi Kunci Ungkap Fakta Persidangan Yang Melemahkan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
Dugaan Maladministrasi dan Penggelapan di BNI Cabang Pemuda Medan, Nasabah Klaim Sisa Pembayaran 1,5 Miliar Tak Pernah Diterima
Arsitek dan Konsultan Pengawas Sepakat: Proyek Waterfront City Samosir Rampung, PH Apresiasi Sikap Objektif Majelis Hakim
Dorong Perluasan Pasar UMKM, Wali Kota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal
Sidang Narkotika Rustam dan Rafika: Fakta Persidangan Ungkap Peran Masing-Masing Terdakwa

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Waterfront City Samosir: Saksi Sebut Proyek Telah Sesuai Kontrak, Hakim Minta Pelapor Yang Merupakan Jaksa Agar Dihadirkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Gubernur Sumut Tegaskan Helen’s Night Mart Harus Tutup Jika Izin Tak Lengkap

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:58 WIB

Pemko Medan Tegaskan Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:18 WIB

Dua Saksi Kunci Ungkap Fakta Persidangan Yang Melemahkan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Maladministrasi dan Penggelapan di BNI Cabang Pemuda Medan, Nasabah Klaim Sisa Pembayaran 1,5 Miliar Tak Pernah Diterima

Berita Terbaru