Aceh Tamiang, Beritamedannews.com — Tim Kolaborasi Kemanusiaan Karang Taruna Kelurahan Binjai Kota Medan bersama Damai Aqsa dan pegiat media sosial Tamiangku.id mengunjungi wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (31/12).
Dalam kunjungan tersebut, tim menyisir kawasan Kota Lintang Atas hingga Kota Lintang Bawah Ujung, serta Desa Bandung, Kecamatan Manyak Payed, wilayah paling ujung Kabupaten Aceh Tamiang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Timur.
Di Kota Lintang Atas, tim menyalurkan puluhan paket logistik sembako yang dititipkan di salah satu rumah relawan Tamiangku.id untuk selanjutnya dibagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Usai dari Lintang Atas, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Lintang Bawah Ujung untuk menemui Pak Usman beserta keluarganya serta 15 kepala keluarga lainnya yang hingga kini masih bertahan di pengungsian. Rumah-rumah mereka hancur dan tertimbun material kayu dalam jumlah besar akibat terjangan banjir bandang yang terjadi lebih dari satu bulan lalu.
Pak Usman, salah seorang korban banjir yang sebelumnya sempat viral di media sosial karena meluapkan kekecewaannya terhadap tim SAR, kembali menyampaikan keluhannya saat menerima kunjungan tim kemanusiaan. Ia mengaku sempat meminta pertolongan saat tim SAR melintas di lokasi, namun tidak mendapat respons.
Menurutnya, hingga 40 hari pascabanjir bandang, penanganan di kawasan Kota Lintang dinilai sangat lamban. Pasalnya, baru satu unit alat berat yang diturunkan untuk membersihkan material kayu yang menggunung dan menimbun rumah-rumah warga.
“Di kampung sebelah saja, 20 alat berat masuk selama satu bulan belum juga selesai pembersihan. Apalagi di sini, lautan kayu menimbun rumah kami, tapi alat berat baru satu. Tiga bulan pun tak akan siap. Jadi bagaimana nasib kami di sini? Mohonlah, Pak Prabowo,” ucap Pak Usman dengan nada penuh harap.
Kondisi tersebut menggambarkan beratnya beban para korban banjir bandang di wilayah terpencil Aceh Tamiang. Warga berharap adanya perhatian serius serta langkah nyata dari pemerintah pusat maupun daerah agar proses pemulihan dapat segera dilakukan, sehingga mereka bisa kembali menata kehidupan pascabencana.
Setelah dari Lintang Bawah, tim melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi sejumlah dapur umum, mulai dari Desa Bundar, Desa Opak, Desa Tualang Cut, hingga ke Desa Bandung, Kecamatan Manyak Payed.
Sepanjang perjalanan Tim juga membagikan makanan kepada anak-anak penyintas banjir serta memberikan kebahagiaan bagi mereka berupa Al-Qur’an dan Iqra.
Di Desa Bandung, tim bertemu langsung dengan Pak Armin, salah satu warga yang rumahnya rata dengan tanah akibat banjir besar. Dari ratusan rumah terdampak, rumah Pak Armin menjadi satu-satunya yang hanyut tersapu derasnya arus banjir. Ia mengaku hingga 40 hari pascabanjir, perhatian yang diterimanya masih sangat minim.
“Ya minim sekali perhatian, karena cuma rumah saya yang hilang. Alhamdulillah sekali bapak-bapak datang, saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena masih ada yang peduli dan memperhatikan keluarga kami,” ujar Pak Armin.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Binjai Kota Medan M.Hilal menyampaikan terima kasih kepada seluruh dermawan serta pengurus Karang Taruna yang telah berpartisipasi dan berdonasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan meliputi Al-Qur’an, Iqra, lampu panel surya, air mineral, selimut, roti, beras, telur, mie instan, gula, minyak goreng, pampers, pembalut, kebutuhan balita, pakaian layak pakai, sarung, serta kebutuhan lainnya. (**)

.








