Raja Juli Antoni: PSI Harus Jadi Partai ‘Jelata’ yang Hadir untuk Rakyat Kecil

- Reporter

Senin, 24 November 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKA BELITUNG, Beritamedannews.com — Menteri Kehutanan yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa PSI harus semakin membumi, hadir untuk rakyat kecil, serta memperkuat struktur hingga tingkat paling bawah. Ia menekankan, PSI tidak boleh lagi dipandang sebagai partai “jelita”, melainkan harus menjadi partai yang benar-benar “jelata” dan berpihak pada masyarakat kecil.

 

Hal itu disampaikan Raja Juli dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar pada Sabtu (22/11/2025).

 

“PSI dulu terkenal sebagai partai jelita, tapi sekarang kita ubah jadi jelata. Dulu dikenal hotel bintang lima, sekarang jadi kaki lima. Artinya, kita harus hadir untuk masyarakat,” ujar Raja Juli dalam keterangannya yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (22/11).

Baca Juga :  Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya, Nusron Wahid Minta Introspeksi Cara Berkampanye

 

Raja Juli menegaskan bahwa kemenangan elektoral tidak mungkin diraih tanpa struktur partai yang kuat hingga akar rumput. Karena itu, PSI Bangka Belitung diminta untuk terus memperkuat jaringan politik sampai tingkat desa dan TPS.

 

“Kunci kemenangan kita tidak lain dan tidak bukan adalah merapikan infrastruktur partai sampai ke desa, sampai ke TPS-TPS di Bangka Belitung. Kita harus belajar dari partai-partai senior bahwa pemenang pertarungan politik adalah partai yang memiliki basis massa di level TPS,” ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi capaian PSI Bangka Belitung yang telah berhasil membentuk seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Usai Izin Dicabut, Tambang Emas Martabe Resmi Dikelola Pemerintah

 

“Alhamdulillah, puji Tuhan, kita sudah terbentuk DPC se-Bangka Belitung. Artinya, kita sudah sampai ke tingkat kecamatan. Mohon dalam waktu yang tidak lama kita terus rekrut sampai ke DPRD di tingkat desa, dan kemudian lanjutkan ke level paling bawah lagi, RT–RW hingga TPS,” kata Raja Juli.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hanya dengan jaringan politik yang kokoh dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, PSI akan mampu memenangkan Pemilu 2029.

 

“Hanya dengan jaringan politik demikianlah PSI akan memenangkan pertarungan pada 2029. Ini juga menjadi syarat dari sesepuh kita, Mr. J, untuk pada waktunya secara resmi mengumumkan diri bergabung menjadi kader PSI sesegera mungkin,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alamak, Ketua Ombudsman RI Dibungkus Kejaksaan Agung, LHKPN Tercatat Rp4,17 Miliar
Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional SDM untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan
Mahasiswa FH UI Minta Maaf Langsung ke Korban, BEM Tegaskan Sanksi Tetap Diperlukan
Harli Siregar Jadi Inspektur III Jamwas, “Ustadz” Kajati Sumut. Kita Tunggulah Gebrakannya
JK Dilaporkan GAMKI soal Ceramah “Mati Syahid”, Jubir Tegaskan Konteks Disalahpahami
Demokrat Usulkan Opsi Pemotongan Gaji Pejabat Negara untuk Antisipasi Tekanan Fiskal
Ketua Umum JMSI Minta Polri Usut Dalang Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus
Nama Dicatut sebagai Dewan Pembina di Media Lokal, Maruli Siahaan: Jangan Bawa-bawa Nama Saya
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:54 WIB

Alamak, Ketua Ombudsman RI Dibungkus Kejaksaan Agung, LHKPN Tercatat Rp4,17 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 18:31 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional SDM untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

Selasa, 14 April 2026 - 14:25 WIB

Mahasiswa FH UI Minta Maaf Langsung ke Korban, BEM Tegaskan Sanksi Tetap Diperlukan

Selasa, 14 April 2026 - 13:59 WIB

Harli Siregar Jadi Inspektur III Jamwas, “Ustadz” Kajati Sumut. Kita Tunggulah Gebrakannya

Senin, 13 April 2026 - 13:14 WIB

JK Dilaporkan GAMKI soal Ceramah “Mati Syahid”, Jubir Tegaskan Konteks Disalahpahami

Berita Terbaru