BBM Langka, Penghulu Medan Perjuangan Rela Kayuh Sepeda Demi Menikahkan Calon Pengantin

- Reporter

Senin, 1 Desember 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, Beritamedannews.com – Minggu pagi, (30/11) Kota Medan masih diselimuti ketidakpastian. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipicu oleh terganggunya jalur distribusi akibat cuaca ekstrem badai dan gelombang tinggi telah melumpuhkan sebagian mobilitas warga. Antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan sehari-hari, memaksa banyak aktivitas vital terhambat. Namun, di tengah situasi sulit ini, sebuah komitmen pelayanan publik ditunjukkan dengan cara yang sederhana, namun mengharukan.

 

Pukul 08.00 WIB, saat Dicky Kurnia dan Mia Handayani Dalimnunthe sudah menanti dengan hati berdebar di Jalan Pelita IV No. 03, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA, justru mengambil keputusan yang tak biasa. Ia tidak mengendarai mobil atau sepeda motor. Sebaliknya, Penghulu ini memilih untuk mengayuh sepeda, berpacu melawan waktu dan kemacetan, menuju lokasi akad nikah.

 

Tekadnya bulat. Jam sembilan tepat, janji suci harus terukir. Bagi H. Ramlan, janji layanan kepada masyarakat adalah prioritas mutlak, tak boleh dikalahkan oleh kendala teknis sekecil apa pun, apalagi masalah kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari belakangan.

 

“Masyarakat berhak mendapatkan layanan terbaik. Tugas pencatatan nikah ini adalah ibadah, dan kami tidak boleh menunda kebahagiaan sepasang calon pengantin hanya karena kami kehabisan bensin,” ujar Ramlan dengan keringat membasahi pelipisnya setibanya di lokasi.

Baca Juga :  2 Jempol untuk Kapolrestabes Medan, Bongkar Kasus Pembakaran Rumah Hakim, Paten Kali!

 

Di bawah terik matahari pagi, Ramlan mengayuh pedal sepedanya melintasi jalanan Medan Perjuangan yang padat. Setelan jas dan peci yang rapi berpadu kontras dengan sepeda gunung yang menjadi tunggangannya. Aksi ini bukan sekadar upaya mencari alternatif transportasi; ia adalah manifestasi nyata dari filosofi seorang pelayan masyarakat yang mengedepankan integritas dan komitmen prima.

 

Wajah tegang Dicky dan Mia Handayani, yang sejak subuh khawatir petugas KUA akan terlambat, seketika berubah menjadi lega bercampur haru ketika melihat kedatangan Penghulu mereka. Mereka tidak menyangka bahwa seorang pejabat publik rela berkorban energi dan waktu ekstra hanya untuk memastikan janji mereka pada pukul 09.00 WIB terpenuhi.

 

“Ini benar-benar di luar dugaan. Kami tahu situasi BBM sedang sulit, tapi Pak Ramlan datang tepat waktu, bahkan dengan sepeda. Kami merasa sangat dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati,” tutur Mia, sang pengantin wanita, merasakan sentuhan humanis dari pelayanan negara.

 

Setelah menarik napas sejenak, H. Ramlan memimpin prosesi akad nikah dengan khidmat. Di tengah keheningan, suara lantangnya memandu Dicky mengucapkan ijab kabul, menuntaskan penantian sepasang anak manusia untuk mengikat janji suci. Momen ini menjadi penutup sempurna atas perjuangan sang Kepala KUA yang berjuang di jalanan Medan.

Baca Juga :  Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan

 

Langkah H. Ramlan ini secara tak langsung telah mengirimkan pesan kuat kepada jajaran Kantor Kementerian Agama dan seluruh instansi publik di Kota Medan. Bahwa solusi kreatif dan dedikasi tinggi harus selalu hadir di tengah krisis. Bahwa kelangkaan energi tidak boleh membuat pelayanan publik ikut lesu.

Kisah inspiratif ini pun menyebar dengan cepat di kalangan internal KUA dan Penyuluh Agama Islam. Banyak Penghulu lain yang mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan alternatif, seperti sepeda atau transportasi umum, sebagai standar operasional saat kondisi darurat. Semangat Ramlan menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan publik adalah panggilan jiwa yang menuntut pengorbanan.

 

Pada akhirnya, akad nikah Dicky dan Mia menjadi lebih dari sekadar pencatatan sipil. Ia menjadi monumen pengabdian H. Ramlan, yang memilih berpacu dengan waktu menggunakan sepedanya. Ia adalah bukti bahwa komitmen pelayanan yang tulus akan selalu menemukan jalannya, bahkan di tengah kesulitan logistik yang paling ekstrem.

 

Pengorbanan kecil Ka KUA Medan Perjuangan hari itu telah memberikan pelajaran besar: Pelayanan prima bukan tentang kenyamanan petugas, tetapi tentang terpenuhinya hak dan kebahagiaan masyarakat. ()

H. Ramlan, MA saat menikahkan mempelai
Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Nasabah KUR di Medan, Ancam Gelar Aksi di Polrestabes
Wali Kota Medan Hadiri Paripurna HUT ke-78 Sumatera Utara, Tekankan Kolaborasi dan SDM Unggul
Terpisah Sejak Lama, Seorang Anak Cari Ayah Kandung Bernama Ramelan
Kadis Kominfo Medan Harapkan Pengurus Baru ORARI Jadi Garda Terdepan Komunikasi Darurat
Driver SPPG Mengaku Dipecat Sepihak dan Difitnah, Dugaan Pelanggaran Operasional Mencuat
Diduga Bawa Nama Relawan, Bisnis Catering di Medan Menuai Sorotan
Kemeriahan Pawai Ta’aruf Tandai Pembukaan MTQ ke-59 Kota Medan
Wajah Baru Medan 2026: 25 Ruas Jalan Ditargetkan Bebas Kabel Semrawut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:09 WIB

Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Nasabah KUR di Medan, Ancam Gelar Aksi di Polrestabes

Rabu, 15 April 2026 - 18:52 WIB

Wali Kota Medan Hadiri Paripurna HUT ke-78 Sumatera Utara, Tekankan Kolaborasi dan SDM Unggul

Senin, 13 April 2026 - 12:58 WIB

Terpisah Sejak Lama, Seorang Anak Cari Ayah Kandung Bernama Ramelan

Minggu, 12 April 2026 - 18:43 WIB

Kadis Kominfo Medan Harapkan Pengurus Baru ORARI Jadi Garda Terdepan Komunikasi Darurat

Minggu, 12 April 2026 - 16:27 WIB

Driver SPPG Mengaku Dipecat Sepihak dan Difitnah, Dugaan Pelanggaran Operasional Mencuat

Berita Terbaru