Medan Ku

- Reporter

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKU ANAK MEDAN

Kolom Opini | Beritamedannews.com

Oleh : Riza Usty Siregar, SH

 

Kita tinggalkan sejenak pembahasan tentang jabatan di Pemko Medan. Kali ini, aku ingin berbicara tentang banjir yang melanda kota kelahiranku, Medan.

 

Sekitar sepekan lalu, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dilanda bencana alam berupa banjir besar dan tanah longsor yang luar biasa dahsyat. Banyak korban jiwa berjatuhan, sebagian masih dinyatakan hilang, rumah warga hancur, dan akses jalan terputus di berbagai wilayah.

 

Dalam tulisan ini, aku memilih fokus membahas Medanku. Bukan karena tak peduli daerah lain yang bahkan kondisinya lebih parah, tetapi aku tak ingin berbicara tanpa melihat langsung. Medan pun dilanda banjir besar peristiwa yang menurut ingatanku terakhir kali terjadi sekitar 25 tahun lalu, tepatnya saat aku masih SMA tahun 1999. Saat itu, akses ke sekolah pun sempat lumpuh total.

 

Jujur saja, pakcik, aku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Medan benar-benar tidak siap menghadapi banjir. Kepanikan terjadi di mana-mana. Masyarakat berteriak minta tolong, sementara perangkat pemerintah terlihat kebingungan. Nomor call center tanggap bencana yang dirilis Pemko bahkan berubah sampai tiga atau empat kali. Ironisnya, Kepala BPBD Medan pun sulit dihubungi warga yang membutuhkan evakuasi.

Baca Juga :  Kok Bisa ..!??

 

Yang lebih menyakitkan, yang kudengar, ia justru lebih sering terlihat mengikuti kunjungan Wali Kota. Di mana ada Rico Waas, di situ ia muncul, seolah ingin terlihat bekerja. Miris. Ini gambaran pejabat yang lebih kuat di teori ketimbang di lapangan, ditempatkan pada kursi yang jelas-jelas salah.

 

Walaupun sosok tersebut bukanlah pilihan langsung dari Wali Kota Medan Rico Waas maupun Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, tetap saja amarah warga tumpah kepada pimpinan daerah. Masyarakat yang terdampak merasa diabaikan, dan semua kekecewaan akhirnya ditujukan kepada Wali Kota.

 

Sebagai kawan, aku hanya ingin mengingatkan Bung Wali Kota agar tidak lagi menunda pergantian pejabat yang memang terbukti tidak kompeten. Inilah saatnya melakukan perubahan nyata, agar program yang telah dijanjikan bisa berjalan dengan mulus. Jangan memelihara orang-orang yang tak bisa bekerja dan hanya pandai menyenangkan “toke”.

 

Belum selesai persoalan banjir, meski air sudah surut di sebagian wilayah, Medan kembali dihantam masalah baru: kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kepanikan pun kembali melanda. Hingga tulisan ini kubuat, antrean kendaraan masih mengular di SPBU.

 

Yang lebih aneh, ketika Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pengisian BBM di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh tidak lagi menggunakan barcode, kenyataannya di lapangan berkata lain. Aku membuktikannya sendiri.

Baca Juga :  Aksi Kemanusiaan Komunitas AKU ANAK MEDAN Berbagi Sedikit Bantuan ke Tiga Kecamatan di Aceh Tamiang

 

“Masih pakai barcode, Pak,” kata petugas SPBU saat kutanya.

“Tapi menteri bilang tidak perlu lagi supaya tidak antre panjang?” tanyaku.

“Kami hanya ikuti sistem, Pak,” jawabnya singkat.

 

Dari situ kita tahu, kebijakan yang diumumkan ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya. Atau, orang Medan bilang: “Penipulah itu.”

 

Dari satu masalah ke masalah lain yang menimpa Medan, semakin terang terlihat betapa rapuhnya sistem yang selama ini kita bangun. Kita tak siap menghadapi bencana, tak sigap mengambil keputusan, dan tak solid menjalankan kebijakan.

 

Aku berharap, dan masyarakat Medan tentu berharap, agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang di masa depan. Saat ini, yang paling penting adalah bergandengan tangan membantu sesama pascabencana. Saling menyalahkan tak akan menyelesaikan apa pun, pakcik.

 

Segini dulu bahasan kita kali ini. Panjang juga ya, takut muak kelen membacanya. Masih banyak yang ingin kutuliskan, tapi kita sambung di tulisan berikutnya saja.

 

Tetap jaga kesehatan, dan jangan lupa: saling membantu.!!

 

 

• Rubrik: Aku Anak Medan

• Portal: beritamedannews.com

• Penulis: Riza Usty Siregar, SH

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Kemanusiaan Komunitas AKU ANAK MEDAN Berbagi Sedikit Bantuan ke Tiga Kecamatan di Aceh Tamiang
Kok Bisa ..!??
Medan Bersih-Bersih

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 20:41 WIB

Aksi Kemanusiaan Komunitas AKU ANAK MEDAN Berbagi Sedikit Bantuan ke Tiga Kecamatan di Aceh Tamiang

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:42 WIB

Medan Ku

Jumat, 21 November 2025 - 12:19 WIB

Kok Bisa ..!??

Jumat, 14 November 2025 - 19:33 WIB

Medan Bersih-Bersih

Berita Terbaru