Mulkan Ardiansyah Hasibuan minta Tokoh Penolak Koperasi BAN agar Introspeksi dan pertaubatan massal : Banyak Hak Plasma Masyarakat Terabaikan di Masa Lalu

- Reporter

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, Beritamedannews.com — Mulkan Ardiansyah Hsb, meminta sejumlah pihak yang mengaku sebagai tokoh adat, ketua yayasan, dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Huristak (Kabupaten Padang Lawas), serta Kecamatan Simangambat dan Kecamatan Ujung Batu (Kabupaten Padang Lawas Utara), untuk melakukan introspeksi diri secara menyeluruh bahkan pertobatan massal, menyusul penolakan mereka terhadap Koperasi Barumun Agro Nusantara (BAN).

 

Menurut Mulkan Ardiansyah Hsb, penolakan tersebut bukan hanya persoalan perbedaan pandangan, tetapi telah membuka kembali rekam jejak masa lalu yang sarat persoalan hukum dan moral, terutama saat bermitra dengan PT Torganda/PT Torus Ganda, yang berdampak langsung pada terabaikannya hak-hak masyarakat desa di tiga kecamatan tersebut.

 

“Seberapa besar keburukan yang sudah diperbuat semasa bermitra dengan PT Torganda/PT Torus Ganda harus dibuka secara jujur dan bertanggung jawab. Banyak hak plasma masyarakat tidak disalurkan, bahkan dipotong demi kepentingan segelintir elit,” tegas Mulkan, Rabu 24-12-2025.

 

Ia mengungkapkan, akibat tidak tersalurkannya hak-hak plasma secara maksimal, kesejahteraan masyarakat desa tertunda bertahun-tahun. Kondisi ini berdampak serius terhadap masa depan generasi muda.

 

“Anak-anak petani ada yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan ke perguruan tinggi. Imbasnya, sebagian terjerumus ke dalam penyakit masyarakat. Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tapi kegagalan moral dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Dorong Bapenda Terus Kompak & Bertransformasi Menuju Digitalisasi

 

Mulkan Ardiansyah Hsb menilai, penyaluran hasil kebun plasma melalui Koperasi BAN saat ini telah berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Kebijakan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dengan sistem satu pintu melalui Koperasi BAN dinilainya sebagai langkah korektif atas praktik lama yang sarat penyimpangan.

 

“Penyaluran langsung ke rekening masing-masing anggota plasma memutus mata rantai penyalahgunaan dan praktik rente. Ini yang selama ini tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu,” jelasnya.

 

Ia mempertanyakan motif penolakan Koperasi BAN dan dorongan pembentukan koperasi baru seperti Koperasi Huristak, Koperasi ALS Simangambat, dan Koperasi Marsatu Ujung Batu, yang dinilai justru berpotensi mengulang praktik lama yang merugikan masyarakat.

 

“Jika tujuannya benar untuk kesejahteraan rakyat, seharusnya mereka mendukung sistem yang transparan, bukan menolak dan menciptakan struktur baru yang rawan penyimpangan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Mulkan Ardiansyah Hsb menyesalkan adanya indikasi dan dugaan gerakan yang mengarah pada tindakan melawan hukum, termasuk rencana pendudukan lahan negara serta mobilisasi massa yang berpotensi menekan aparat dan institusi negara.

Baca Juga :  DPRD Sumut Gelar RDP Terkait Dugaan Pelanggaran Lelang oleh BRI, Ihwan Ritonga Soroti Prosedur, Kuasa Hukum Debitur Apresiasi DPRD Sumut

 

“Saya tegaskan, jika terdapat indikasi dan dugaan pendudukan lahan negara atau ajakan melakukan perbuatan melawan hukum, maka Aparat Penegak Hukum wajib bertindak tegas tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah oleh tekanan kelompok mana pun,” tegasnya.

 

Selain itu, jika terdapat unsur dugaan hasutan atau ajakan massal, perbuatan tersebut dapat dijerat Pasal 160 KUHP, dengan ancaman pidana hingga 6 (enam) tahun penjara.

 

“Penegakan hukum harus menjadi jalan utama. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus diproses sesuai aturan,” tegasnya.

 

Di akhir pernyataannya, Mulkan Ardiansyah Hsb menegaskan bahwa penolakan terhadap Koperasi BAN bukan sekadar sikap politik atau kepentingan kelompok, melainkan berpotensi menghambat kebijakan negara dan kesejahteraan masyarakat petani plasma di Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

 

“Sudah saatnya semua pihak tunduk pada hukum dan berpihak pada rakyat. Introspeksi dan pertobatan adalah jalan terbaik sebelum hukum berbicara lebih keras,” pungkasnya.]

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Maladministrasi dan Penggelapan di BNI Cabang Pemuda Medan, Nasabah Klaim Sisa Pembayaran 1,5 Miliar Tak Pernah Diterima
Dorong Perluasan Pasar UMKM, Wali Kota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal
Walikota Medan Tekankan Revitalisasi RSUD Dr. Pirngadi Harus Dibarengi Pembenahan Tata Kelola
Piala Soeratin 2026 Resmi Digelar, PSSI Medan Bidik Bibit Unggul U-13 dan U-15
Zakiyuddin Tegaskan Komitmen Pemko Medan Perkuat Statistik Sektoral Lewat EPSS
Tutup Turnamen Padel, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Olahraga Sebagai Energi Baru Membangun Medan
SUCP 2026 : Sinergi Global dan Standar Prestisius di Medan
Heboh!! Terjadi Keributan CU Karya Murni Menteng 7, Dugaan Investasi Bermasalah Disorot
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Maladministrasi dan Penggelapan di BNI Cabang Pemuda Medan, Nasabah Klaim Sisa Pembayaran 1,5 Miliar Tak Pernah Diterima

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:26 WIB

Dorong Perluasan Pasar UMKM, Wali Kota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:56 WIB

Piala Soeratin 2026 Resmi Digelar, PSSI Medan Bidik Bibit Unggul U-13 dan U-15

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:08 WIB

Zakiyuddin Tegaskan Komitmen Pemko Medan Perkuat Statistik Sektoral Lewat EPSS

Senin, 13 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tutup Turnamen Padel, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Olahraga Sebagai Energi Baru Membangun Medan

Berita Terbaru