Pengibaran Bendera Putih di Wilayah Terdampak Banjir Aceh Tuai Sorotan Publik

- Reporter

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH, Beritamedannews.com — Pengibaran bendera putih di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor menuai beragam spekulasi serta sorotan tajam dari masyarakat luas. Aksi tersebut ramai diperbincangkan, baik di lapangan maupun di media sosial.

Sebagian kalangan menilai pengibaran bendera putih sebagai simbol kekecewaan dan keputusasaan warga korban bencana. Bagi mereka, bendera putih bukan sekadar kain yang berkibar, melainkan ekspresi kelelahan batin akibat penderitaan berkepanjangan pascabencana yang telah merenggut harta benda, tempat tinggal, bahkan anggota keluarga tercinta.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan pihaknya tidak mengetahui maksud, latar belakang, maupun siapa yang menginisiasi aksi pengibaran bendera putih tersebut. Ia memastikan aksi itu tidak berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Mualem usai menerima bantuan kemanusiaan dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (16/12/2025). Ia mengaku belum menerima laporan resmi terkait fenomena pengibaran bendera putih yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Baca Juga :  Mobil MBG Makan Korban, Tabrak Pagar Sekolah dan Belasan Siswa Serta Guru Terluka

“Saya tidak terkonfirmasi soal itu. Apa maksud mereka? Itu di luar jangkauan kita,” ujar Mualem kepada wartawan. Ia menegaskan, hingga kini Pemerintah Aceh belum memiliki informasi rinci mengenai pesan yang hendak disampaikan melalui aksi tersebut.

Sorotan juga datang dari seorang konsultan teknologi asal Aceh yang turut menanggapi fenomena tersebut melalui akun Instagram pribadinya @alfianlinux. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan pandangannya terkait makna pengibaran bendera putih di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

“Bendera putih yang berkibar di Aceh hari ini bukan simbol perdamaian, bukan pula aksi politik. Ia adalah bahasa terakhir rakyat ketika daya tahan manusia telah mencapai batasnya,” tulisnya.

Baca Juga :  Yasir Ridho Optimistis Andar Amin Terpilih Aklamasi

Ia mengaku memasuki Aceh melalui jalur darat di tengah kondisi akses yang masih lumpuh. Menurutnya, situasi di lapangan menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat bukan semata dampak bencana alam, melainkan krisis kemanusiaan yang belum tertangani secara tuntas.

“Apa yang tampak di lapangan bukan sekadar bencana. Anak-anak bertahan dengan makanan seadanya, para lansia hidup tanpa obat-obatan, dan desa-desa masih terisolasi berhari-hari tanpa sentuhan bantuan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dalam memilih jalan damai melalui Perjanjian Helsinki. Menurutnya, pesan yang disampaikan masyarakat hari ini bukanlah tuntutan konflik atau keistimewaan.

“Aceh pernah memilih jalan damai melalui Perjanjian Helsinki. Hari ini, Aceh tidak meminta konflik, tidak pula menuntut keistimewaan. Aceh hanya menyampaikan satu pesan sederhana namun mendasar: jangan ditinggalkan dalam damai itu,” tulisnya.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alamak, Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Pekerjaan Fiktif
7.550 PPPK Paruh Waktu di Bandung Terima THR Rp12 Miliar, Honorer di Medan Pertanyakan Kebijakan Pemko
Laznas Salam dan Syarikat Islam Kab Langkat Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Al Ikhlas
Laznas Salam dan Syarikat Islam Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Miftahul Jannah
Kadis Perkim Cikataru Mangkir, Komisi 4 DPRD Medan Tunda RDP Soal Pembongkaran Billboard Berizin Milik PT Sumo Advertising
Laznas Salam Sumatera Utara Gelar Punggahan, Edukasi Emas hingga Launching Website Jelang Ramadhan 1447 H
Sekjen GAMKI Kota Medan Angkat Bicara Terkait Pembongkaran Billboard di Medan, : ‘Penertiban Tanpa Nurani, Ketika Kekuasaan Kehilangan Wajah Humanis’
Billboard Berizin Dibongkar, PT Sumo Akan Melaporkan Pihak Terkait Ke Polda Sumut

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 11:46 WIB

Alamak, Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Pekerjaan Fiktif

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:31 WIB

7.550 PPPK Paruh Waktu di Bandung Terima THR Rp12 Miliar, Honorer di Medan Pertanyakan Kebijakan Pemko

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:28 WIB

Laznas Salam dan Syarikat Islam Kab Langkat Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Al Ikhlas

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:35 WIB

Laznas Salam dan Syarikat Islam Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Miftahul Jannah

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Kadis Perkim Cikataru Mangkir, Komisi 4 DPRD Medan Tunda RDP Soal Pembongkaran Billboard Berizin Milik PT Sumo Advertising

Berita Terbaru