Program Kelas Digital di Medan Mulai Terasa, Pembelajaran Lebih Interaktif dan Modern

- Reporter

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, terus mendorong transformasi pendidikan berbasis digital di Kota Medan melalui program Kelas Digital (Smart Class) yang kini mulai menunjukkan dampak nyata di sekolah-sekolah.

 

Salah satu implementasinya terlihat di SMP Negeri 1 Medan. Program yang mulai berjalan sejak akhir 2025 ini menghadirkan sistem pembelajaran modern yang berbeda dari kelas konvensional, dengan pendekatan interaktif dan berbasis teknologi.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 1 Medan, Hj. Rohanim, mengatakan Kelas Digital dirancang tidak sekadar menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga mengubah pola belajar mengajar agar lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

 

“Kelas Digital ini kita fokuskan untuk siswa kelas 8. Proses seleksinya terbuka untuk seluruh siswa, sehingga semua punya kesempatan yang sama,” ujar Hj. Rohanim saat ditemui di sekolah tersebut, Kamis (11/6/2026).

 

Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 32 siswa terpilih untuk mengikuti pembelajaran di Kelas Digital. Tidak hanya siswa, guru yang mengajar di kelas ini juga harus melalui seleksi ketat guna memastikan kompetensi dalam pembelajaran berbasis digital.

 

Meski pada awalnya terdapat persyaratan kepemilikan gawai pribadi, pihak sekolah memastikan hal tersebut tidak menjadi kendala. Siswa yang tidak memiliki perangkat tetap difasilitasi melalui penggunaan komputer yang tersedia di sekolah.

Baca Juga :  Korban Nyaris Tewas Dibacok di Depan THM New Zone Medan, Ketum LSM Pakar Desak Polisi Tangkap Pelaku dan Tutup Sementara NZ

 

Perbedaan Kelas Digital dengan kelas reguler tampak jelas dari fasilitas dan metode pembelajaran yang diterapkan. Ruang kelas dirancang kedap suara untuk menjaga konsentrasi belajar, serta dilengkapi pendingin ruangan (AC) dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital.

 

Seluruh proses pembelajaran berlangsung secara paperless. Materi, tugas, hingga evaluasi dilakukan secara digital, sehingga penggunaan kertas diminimalisasi dan siswa terbiasa dengan ekosistem teknologi.

 

“Anak-anak lebih nyaman, lebih fokus, dan semangat belajarnya meningkat. Ini terlihat dari hasil evaluasi yang kami lakukan secara berkala,” ungkap Hj. Rohanim.

 

Saat ini, SMP Negeri 1 Medan telah memiliki tiga unit IFP, terdiri dari dua bantuan pemerintah pusat dan satu dari Pemko Medan. Dengan fasilitas tersebut, sekolah mulai merancang pengembangan Kelas Digital secara mandiri.

 

Hj. Rohanim menegaskan, pihaknya menargetkan penambahan ruang Kelas Digital agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh siswa.

 

“Kami ingin terus berkembang, tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga berupaya mandiri untuk menciptakan lebih banyak ruang belajar digital,” pungkasnya.

Baca Juga :  Warga Lingkungan 11 Binjai Medan Denai Keluhkan Aktivitas Pakter Tuak, Berujung Dugaan Penganiayaan

 

Program Kelas Digital di SMP Negeri 1 Medan bagian dari proyek percontohan (piloting) yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan dalam mendorong transformasi pendidikan.

 

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan, Prayogi, menjelaskan program ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital sekaligus menyelaraskan sistem pembelajaran di sekolah dengan perkembangan teknologi.

 

“Pembelajaran smart class ini kita arahkan agar sistem instruksional di sekolah bisa berjalan selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

 

Dalam implementasinya, konsep paperless didukung melalui pemanfaatan platform Learning Management System (LMS). Buku paket dialihkan ke format digital, dan penggunaan buku tulis konvensional ditekan secara signifikan.

 

Program ini telah diterapkan di puluhan sekolah percontohan di Kota Medan, dengan menyasar siswa kelas 8 SMP. Pemilihan jenjang tersebut dilakukan agar sekolah memiliki waktu untuk memetakan kemampuan siswa sebelum dilakukan seleksi internal.

 

Selain itu, keputusan akhir keikutsertaan siswa tetap berada di tangan orang tua. Sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi sebelum menetapkan siswa masuk ke Kelas Digital.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat Pemko Medan di Amplas: Air Kini Sudah Hidup, Warga Apresiasi Bantuan Kemarin
Dugaan Intimidasi Kepada Insan Pers Saat Beritakan Bangunan Diduga Tanpa PBG di Medan, Dikecam Keras LSM PAKAR Sumut 
Terima Audiensi Gerakan Sosial KBB, Zakiyuddin Harahap Tegaskan Pemko Medan Siap Benahi Belawan dan Minta Dukungan Komunitas
DPRD Sumut Gelar RDP Terkait Dugaan Pelanggaran Lelang oleh BRI, Ihwan Ritonga Soroti Prosedur, Kuasa Hukum Debitur Apresiasi DPRD Sumut
Korban Begal Brutal Dioperasi di Siloam, Biaya Ditanggung Ahmad Sahroni
MBG Bawa Multiplier Effect, Wali Kota Medan : Anak Sehat, Ekonomi Rakyat Meningkat
Pemko Medan Resmi Buka Jambore Cabang Kota Medan Tahun 2026
Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:24 WIB

Program Kelas Digital di Medan Mulai Terasa, Pembelajaran Lebih Interaktif dan Modern

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:19 WIB

Gerak Cepat Pemko Medan di Amplas: Air Kini Sudah Hidup, Warga Apresiasi Bantuan Kemarin

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:52 WIB

Dugaan Intimidasi Kepada Insan Pers Saat Beritakan Bangunan Diduga Tanpa PBG di Medan, Dikecam Keras LSM PAKAR Sumut 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:13 WIB

Terima Audiensi Gerakan Sosial KBB, Zakiyuddin Harahap Tegaskan Pemko Medan Siap Benahi Belawan dan Minta Dukungan Komunitas

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:10 WIB

DPRD Sumut Gelar RDP Terkait Dugaan Pelanggaran Lelang oleh BRI, Ihwan Ritonga Soroti Prosedur, Kuasa Hukum Debitur Apresiasi DPRD Sumut

Berita Terbaru