Pemko Medan Tegaskan Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

- Reporter

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews – Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan penanganan penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas tidak cukup melalui penegakan hukum, tetapi harus dibarengi penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan sosial, dan ketahanan keluarga. Pesan itu disampaikan Staf Ahli Wali Kota Medan, Adlan, saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP USU, Rabu (29/7/2026).

 

Dalam sambutan yang dibacakan Adlan, Rico Waas mengatakan narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial, dan kemiskinan saling berkaitan sehingga perlu ditangani secara menyeluruh melalui pendekatan berbasis data dan lintas sektor. “Kalau kita hanya menyelesaikan satu bagian saja tanpa memperkuat bagian yang lain, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

 

Menurut Rico Waas, kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan. “Menciptakan keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat memiliki harapan untuk masa depan,” katanya. Ia menyebut tingkat kemiskinan Kota Medan pada 2025 sebesar 7,25 persen.

Baca Juga :  Perkuat Dukungan Pendidikan,Pemko Medan Beri Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu

 

Ia juga menekankan perlindungan generasi muda dari narkoba harus diperkuat mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, rumah ibadah hingga ruang publik. Pemko Medan, katanya, siap bersinergi dengan BNN, kepolisian, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan.

 

Kajian BRIDA Medan bersama FISIP USU dilakukan di Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area. Kajian disusun tim ahli yang diketuai Dr. Fernanda Putra Adela, S.Sos., M.A., dengan anggota Dr. Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si. dan Eka Prahadian Abdurahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP I.

 

Hasil penelitian menunjukkan kelima kecamatan masuk kategori Bahaya untuk dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta Waspada untuk kriminalitas. Medan Johor memiliki tingkat kerentanan tertinggi, dengan 57,5 persen responden berada pada segmen risiko tinggi. Sabu-sabu menjadi jenis narkoba yang paling dominan diketahui masyarakat, sementara pengaruh teman sebaya menjadi faktor paling dominan yang mendorong penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga :  Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 Disetujui, Wali Kota Medan Apresiasi Sinergitas Antara Legislatif dan Eksekutif

 

Kajian juga menemukan penyalahgunaan narkoba tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas. Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya prediktor yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kriminalitas. Penelitian juga menemukan hubungan kuat antara defisit kesehatan sosial dan kemiskinan.

 

Atas temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial secara terpadu melalui penguatan pencegahan narkoba, dukungan ekonomi masyarakat, ketahanan komunitas, dan sinergi lintas sektor. Seminar menghadirkan Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., ICAO I., Direktur PIMANSU, sebagai narasumber/pembahas dan Ira Riska Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si. sebagai moderator, serta dihadiri Kepala BRIDA Kota Medan Benny Iskandar, perwakilan BNN Sumut, dan sejumlah OPD Pemko Medan.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Secara Virtual, Zakiyuddin Harahap Ikuti Press Conference Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba
Dukung Pemko Medan Raih Predikat Informatif, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane Terima Penghargaan KI Sumut
Ngeri!! Diduga Berawal dari Sindiran Live TikTok, Perempuan di Medan Denai Diserang dan Dianiaya Dikosan
Kabut Asap Selimuti Medan, IMM Salurkan Ribuan Masker dan Desak Penanganan Karhutla Dipercepat
Warga Keluhkan Dugaan Persoalan PBB dan Penyaluran Bansos Beras Dipangkas Setengah di Medan Denai, Kepling 1 Diminta Klarifikasi
Semarak World Rabies Day 2026, Zakiyuddin Harahap Dampingi Wagub Sumut Lepas Peserta Jalan Santai
Zakiyuddin Tinjau Medan Islamic Centre, Minta Kontraktor Jaga Gedung hingga Masa Pemeliharaan Berakhir
Akses Pejalan Kaki Terganggu, Warga Keluhkan Tumpukan Tanah Sisa Penggalian Dibiarkan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Secara Virtual, Zakiyuddin Harahap Ikuti Press Conference Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Dukung Pemko Medan Raih Predikat Informatif, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane Terima Penghargaan KI Sumut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Ngeri!! Diduga Berawal dari Sindiran Live TikTok, Perempuan di Medan Denai Diserang dan Dianiaya Dikosan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Medan, IMM Salurkan Ribuan Masker dan Desak Penanganan Karhutla Dipercepat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Persoalan PBB dan Penyaluran Bansos Beras Dipangkas Setengah di Medan Denai, Kepling 1 Diminta Klarifikasi

Berita Terbaru