MEDAN, BMNews – Dua puluh lima tahun setelah menamatkan pendidikan, alumni Ikatan Abiturient Yaspendhar (IAY) Angkatan 2001 kembali akan dipertemukan dalam Reuni Perak 25 Tahun.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Focal Point Medan, Sabtu (12/9/2026), mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Reuni ini tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga momentum untuk kembali mempererat hubungan antarlulusan yang selama bertahun-tahun menjalani perjalanan dan kesibukan masing-masing.
Ketua Panitia Reuni Perak 25 Tahun IAY Angkatan 2001, Viza Fandhana, mengatakan panitia telah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menciptakan suasana santai dan penuh keakraban.
Mulai dari penampilan live band, games, kuis hingga bernyanyi bersama akan menjadi bagian dari rangkaian acara.
“Setelah 25 tahun kita menjalani perjalanan masing-masing, tentu banyak cerita yang berubah. Reuni ini menjadi kesempatan untuk kembali bertemu, bernostalgia dan memperkuat kebersamaan,” ujar Viza.
Hal menarik lainnya, reuni kali ini juga menghadirkan para guru yang pernah mendidik alumni sejak jenjang TK, SD, SMP hingga SMA di lingkungan Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar).
Sedikitnya 26 guru telah diundang untuk hadir. Sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan pengabdian mereka dalam mendidik para alumni, panitia juga menyiapkan bingkisan dan souvenir.
Menurut Viza, kehadiran para guru menjadi salah satu bagian penting dalam Reuni Perak tersebut. Sebab, perjalanan para alumni selama menempuh pendidikan tidak terlepas dari peran para pendidik yang membimbing mereka.
“Kita ingin memberikan penghargaan kepada guru-guru yang pernah mendidik dan membimbing kita selama berada di Yaspendhar. Kehadiran mereka tentu akan menjadi bagian yang sangat berarti dalam reuni ini,” katanya.
Lebih jauh, Reuni Perak IAY Angkatan 2001 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan temu kangen. Para alumni juga mulai menggagas wadah bersama yang dapat menjadi sarana komunikasi sekaligus ruang untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Salah satu rencana yang tengah dibicarakan adalah pembentukan sekretariat alumni Angkatan 2001. Sekretariat tersebut nantinya diharapkan menjadi tempat berkumpul, bertukar informasi, berbagi pengalaman dan menyusun berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi sesama alumni maupun masyarakat.
Gagasan itu bahkan mendapat respons positif dari sejumlah alumni. Salah seorang alumni disebut telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung rencana tersebut dengan menyumbangkan sebuah gedung yang dapat dimanfaatkan sebagai sekretariat atau kantor bersama.
Viza berharap reuni kali ini dapat berjalan lancar sekaligus menjadi titik awal bagi terbentuknya kembali ikatan alumni yang lebih solid.
“Kita berharap hubungan silaturahmi di antara sesama alumni semakin baik, semakin kompak, dan ke depannya kita bisa bersama-sama berbuat lebih banyak serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Palacheta: Alumni Beragam Profesi Bisa Saling Menguatkan
Dukungan terhadap pelaksanaan Reuni Perak IAY Angkatan 2001 juga disampaikan Palacheta Subies Subianto, salah seorang alumni SMP Harapan 1 yang kini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Palacheta menilai reuni 25 tahun merupakan kesempatan berharga untuk kembali mempertemukan teman-teman seperjuangan sekaligus bersilaturahmi dengan para guru yang telah memberikan pendidikan dan bimbingan kepada mereka.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya berlangsung dalam suasana ramah tamah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, informasi dan gagasan.
Menurutnya, kekuatan alumni terletak pada keberagaman latar belakang dan profesi yang dimiliki para anggotanya. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang terbangun, berbagai potensi tersebut dapat dikolaborasikan untuk kegiatan yang lebih positif.
“Kalau sesama alumni kompak, banyak hal positif yang bisa dilakukan. Latar belakang alumni juga beragam, ada pengusaha, educator, dokter, ASN, politisi, NGO, seniman, wartawan, artis hingga tokoh agama. Kita bisa saling mengisi, bertukar informasi dan memberikan masukan yang membangun bagi pembuat kebijakan di kota kita tercinta, Medan,” ungkap Palacheta.
Ia juga berharap alumni yang berdomisili di luar daerah, termasuk Jakarta, dapat menyempatkan diri hadir dalam reuni tersebut.
Sebelumnya, sejumlah alumni telah beberapa kali menggelar pertemuan informal, salah satunya melalui kegiatan buka puasa bersama. Namun, menurut Palacheta, Reuni Perak memiliki makna yang berbeda karena menjadi momentum 25 tahun perjalanan sejak mereka meninggalkan bangku sekolah.
“Meski sebelumnya sudah ada beberapa pertemuan, seperti buka puasa bersama, reuni 25 tahun ini tentu memiliki arti tersendiri. Kita berharap teman-teman yang berada di luar daerah, termasuk Jakarta, bisa hadir dan kembali berkumpul bersama,” katanya.
Palacheta juga menyambut baik rencana pembentukan sekretariat alumni. Menurutnya, keberadaan sekretariat nantinya dapat menjadi rumah bersama bagi para alumni, termasuk mereka yang tinggal di luar Kota Medan ketika sedang berkunjung ke daerah tersebut.
“Harapannya sekretariat ini nantinya bisa menjadi wadah untuk berkumpul, saling sharing dan berbagi cerita. Jadi, teman-teman yang berdomisili di luar daerah atau Jakarta ketika datang ke Medan juga punya tempat untuk bertemu dan bersilaturahmi,” pungkasnya. (*)

.








