PKKMB Polimedia Medan, Riza Usty Siregar Bagikan Kiat Sukses di Era Digital

- Reporter

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) PSDKU Medan menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (19/8/2026), di Aula Kampus Polimedia PSDKU Medan, Jalan Guru Sinumba No. 6, Medan Helvetia.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mendapatkan pembekalan mengenai kehidupan perkuliahan, perkembangan teknologi digital, dunia kerja, hingga peluang kewirausahaan di tengah perubahan industri yang semakin cepat.

Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut bertajuk “Belajar Cerdas di Dunia Digital”. Materi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, salah satunya entrepreneur sekaligus Direktur Utama Fritto Chicken, Riza Usty Siregar, SH.

Dalam pemaparannya, Riza membagikan pengalaman dan kiat kepada mahasiswa baru agar mampu beradaptasi, produktif, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan teknologi dan industri kreatif.

Foto: Riza Usty Siregar Direktur Utama Fritto Chicken saat memaparkan materi di hadapan para peserta PKKMB

Riza menceritakan perjalanan kariernya yang sebelumnya berkecimpung di dunia media dan jurnalistik sebelum kemudian terjun ke dunia usaha dengan membangun bisnis kuliner melalui brand Fritto Chicken.

Menurut Riza, ada tiga hal penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bertahan dan berkembang menghadapi perubahan zaman, yakni adaptif, produktif, dan berintegritas.

“Sekarang zaman sudah bergeser ke teknologi digital. Bahkan berdasarkan survei, orang lebih memilih kehilangan dompet daripada handphone. Ini menunjukkan betapa pentingnya teknologi dalam kehidupan kita saat ini,” ujar Riza.

Meski demikian, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas, produktif, dan bertanggung jawab.

“Teknologi harus digunakan dengan bijak. Jangan sampai penggunaan teknologi justru membawa kita kepada persoalan hukum atau pidana,” tegasnya.

•Adaptif dan Berani Keluar dari Zona Nyaman

Riza mengatakan, sikap adaptif bukan hanya kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan terus mempelajari hal-hal baru.

Menurutnya, industri kreatif membutuhkan sumber daya manusia yang mampu membaca perubahan, melahirkan gagasan, serta menciptakan inovasi.

“Setiap perusahaan membutuhkan tim kreatif. Orang kreatif adalah orang yang senantiasa mampu melahirkan ide-ide baru,” katanya.

Ia kemudian mencontohkan perjalanan Fritto Chicken yang dibangun dengan konsep menghadirkan produk ayam siap saji dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, namun tetap menawarkan pengalaman bersantap yang nyaman.

Baca Juga :  Zulkarnaen Resmi Pimpin HKTI Kota Medan, Riza Usty Siregar: Sosok yang Tepat

“Fritto Chicken kami bangun sebagai brand Medan agar masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa menikmati ayam sekelas brand internasional dengan harga yang terjangkau, tetapi tetap mendapatkan tempat yang nyaman seperti restoran dengan merek terkenal,” jelasnya.

Menurut Riza, konsep tersebut tidak terlepas dari strategi branding yang menjadi salah satu aspek penting dalam membangun usaha, terutama di tengah persaingan industri kreatif dan digital.

•Produktif karena Waktu adalah Modal

Selain kemampuan beradaptasi, Riza mengingatkan mahasiswa baru agar memanfaatkan masa muda dengan berbagai aktivitas yang produktif.

“Waktu adalah modal. Hal yang paling penting dalam usaha, khususnya industri kreatif, adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk mengenali potensi diri, terus belajar, serta tidak takut mengambil langkah dan mencoba sesuatu yang baru.

“Jangan sia-siakan waktu muda dengan melakukan hal-hal yang tidak produktif. Lihat kemampuan kita ada di mana. Yang terpenting mau belajar dan memaksa diri untuk berani mengambil tindakan,” pesannya.

Riza juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terlalu bergantung pada perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, AI harus dipandang sebagai alat yang membantu manusia meningkatkan produktivitas, bukan alasan untuk berhenti mengembangkan kemampuan diri.

“Jangan sampai nanti pekerjaan yang sebenarnya masih bisa dilakukan manusia justru seluruhnya dikerjakan teknologi AI karena sumber daya manusianya kalah bersaing,” tegasnya.

•Integritas Menjadi Modal Utama

Hal ketiga yang ditekankan Riza adalah integritas. Menurutnya, kemampuan seseorang mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan merupakan modal penting, terutama dalam dunia usaha dan industri kreatif.

“Kecerdasan itu penting, tetapi bukan satu-satunya hal. Bagaimana kita bisa dipercaya orang, itu yang utama,” ungkapnya.

Ia menilai mahasiswa sebagai generasi yang akan memasuki dunia kerja maupun dunia usaha harus mulai membangun reputasi sejak berada di bangku kuliah.

Kejujuran, tanggung jawab, konsistensi, serta kemampuan menjaga kepercayaan, kata Riza, merupakan nilai penting yang akan menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional.

Baca Juga :  Pemko Medan Akan Surati Rumah di Bantaran Sungai Deli, Imbau Tidak Buang Sampah dan Pertimbangkan Relokasi

Dalam sesi diskusi, salah seorang peserta, Yoga, bertanya mengenai cara mengatur waktu antara kuliah, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Riza membagikan pengalaman ketika masih menjalani perkuliahan sembari melakukan pekerjaan paruh waktu.

Menurutnya, kunci manajemen waktu bukan hanya membuat jadwal, tetapi bagaimana seseorang mampu memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif.

“Dulu saya pagi itu kuliah. Karena memang ada pekerjaan paruh waktu, terutama di dunia digital. Jadi ketika ada waktu luang, gunakan waktu itu dengan hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” jelasnya.

Riza menekankan bahwa pengelolaan waktu pada akhirnya kembali kepada masing-masing individu.

“Untuk mengatur waktunya itu kembali kepada kita. Bagaimana kita memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal yang produktif,” katanya.

Sementara itu, peserta lainnya, Andika, mahasiswa Program Studi Penerbitan, bertanya mengenai pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanan karier Riza.

Riza mengatakan seluruh perjalanan karier memiliki cerita dan kesan masing-masing. Namun, salah satu pengalaman yang paling diingatnya adalah ketika masih aktif di dunia jurnalistik dan mendapat kesempatan mewawancarai Wakapolri saat itu, Irjen Pol Oegroseno.

“Semua perjalanan berkesan, tetapi yang paling berkesan ketika saya masih aktif di dunia jurnalistik, saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai Wakapolri saat itu, Bapak Komjen Pol (Purn) Oegroseno,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut, menurut Riza, menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya sebelum kemudian memperluas kiprah ke dunia kewirausahaan.

FOTO: Riza Usty Siregar foto bersama dengan seluruh peserta PKKMB Polimedia Medan

Moderator kegiatan, Suhendra, menyimpulkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori maupun menguasai teknologi digital. Pengetahuan tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Untuk mengubah dunia, tidak hanya dilakukan di dunia digital, tetapi juga di dunia nyata. Artinya, teori saja tidak cukup, tetapi harus terjun langsung,” ujar Suhendra.

Kegiatan PKKMB Polimedia PSDKU Medan diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja, kewirausahaan, dan industri kreatif.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan, produktif dalam berkarya, serta memiliki integritas dalam setiap langkahnya. (***)

Penulis : Regar

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Secara Virtual, Zakiyuddin Harahap Ikuti Press Conference Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba
Dukung Pemko Medan Raih Predikat Informatif, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane Terima Penghargaan KI Sumut
Ngeri!! Diduga Berawal dari Sindiran Live TikTok, Perempuan di Medan Denai Diserang dan Dianiaya Dikosan
Kabut Asap Selimuti Medan, IMM Salurkan Ribuan Masker dan Desak Penanganan Karhutla Dipercepat
Warga Keluhkan Dugaan Persoalan PBB dan Penyaluran Bansos Beras Dipangkas Setengah di Medan Denai, Kepling 1 Diminta Klarifikasi
Kakanwil Kemenag Sumut Resmikan Aula Terbuka Al-Ikhlas di Batubara, Salurkan Bantuan Modal UMKM
Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan Tiba di Mapolda, Ketum AKU ANAK MEDAN Riza Usty Sambut Baik Dan Sampaikan Harapan
Ketua Umum AKU ANAK MEDAN Apresiasi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Secara Virtual, Zakiyuddin Harahap Ikuti Press Conference Kapolri dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Menolak Narkoba

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Dukung Pemko Medan Raih Predikat Informatif, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane Terima Penghargaan KI Sumut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Ngeri!! Diduga Berawal dari Sindiran Live TikTok, Perempuan di Medan Denai Diserang dan Dianiaya Dikosan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Medan, IMM Salurkan Ribuan Masker dan Desak Penanganan Karhutla Dipercepat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Persoalan PBB dan Penyaluran Bansos Beras Dipangkas Setengah di Medan Denai, Kepling 1 Diminta Klarifikasi

Berita Terbaru