JAKARTA, Beritamedannews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjuk Joko Widodo yang akrab disapa Jecko, sebagai Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra. Gugus tugas ini dibentuk untuk memperkuat dukungan ilmiah dan teknologi dalam mempercepat penanganan serta pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Penunjukan Jecko bukan tanpa alasan. Ia merupakan peneliti dengan rekam jejak akademik kuat dan pengalaman panjang di bidang kebencanaan. Jecko menyelesaikan studi Ph.D. di Chiba University, Jepang, dengan spesialisasi Synthetic Aperture Radar (SAR)—teknologi penginderaan jauh yang sangat relevan untuk pemetaan banjir dan longsor. Ia juga memiliki gelar Magister dari Universitas Indonesia serta Sarjana Geografi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam pernyataannya, Jecko menegaskan bahwa BRIN bergerak cepat untuk menghadirkan kontribusi nyata di lapangan.
“BRIN hadir dengan pendekatan ilmiah. Kami memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan SDM yang dimiliki dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat,” ujar Jecko, yang kini menjabat sebagai Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Geoinformatika BRIN.
Sebagai ketua gugus tugas, Jecko akan mengoordinasikan penggunaan teknologi seperti pemetaan satelit, analisis geospasial, hingga sistem peringatan dini untuk mendukung operasi tanggap darurat serta pemulihan wilayah terdampak.
Gugus tugas ini diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, memastikan penanganan bencana lebih efektif, serta memperkuat kesiapsiagaan di masa mendatang. (**)

.








