Isu Asesmen Jabatan di Pemko Medan Picu Polemik, Ansor Soroti Kinerja Wali Kota

- Reporter

Selasa, 21 April 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews|Sejumlah isu terkait asesmen jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan memicu polemik di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Proses pengisian jabatan yang disebut melibatkan ASN dari luar daerah disebut-sebut menimbulkan kegaduhan internal.

 

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Medan, Muhammad Husein Tanjung, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berdampak pada suasana kerja di lingkungan birokrasi. Menurutnya, munculnya istilah “STPDN vs STPDK (sekolah tinggi dalam kota)” turut memperkeruh hubungan antarpegawai.

Baca Juga :  Maen Kali Pakcik.! Bank SAYANG Diresmikan, Warga Bisa Olah Sampah Jadi Uang

 

“Hal ini berpotensi menimbulkan disharmonisasi di antara ASN,” ujar Husein dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

 

Selain itu, ia juga menyoroti adanya informasi bahwa sejumlah pejabat yang dilantik diduga masih dalam proses hukum. Kondisi tersebut, katanya, menunjukkan lemahnya pengawasan dan penilaian oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Medan.

Baca Juga :  Seminggu Yang Kelabu Pakcik.! Satu Pejabat & Satu Mantan Pejabat Medan Ditersangkakan & Ditahan, Siapa Nyusul??

 

Lebih lanjut, Husein menilai Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas belum optimal dalam menentukan pejabat di lingkungan pemko. Ia bahkan menyebut adanya dugaan kepentingan kelompok tertentu dalam proses penempatan pejabat.

 

Apabila situasi ini terus terjadi akan berdamoak pada kondusifitas Asn pemko medan dan mempegaruhi kinerja

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Dugaan Korupsi Waterfront City Samosir: Saksi Sebut Proyek Telah Sesuai Kontrak, Hakim Minta Pelapor Yang Merupakan Jaksa Agar Dihadirkan
Gubernur Sumut Tegaskan Helen’s Night Mart Harus Tutup Jika Izin Tak Lengkap
Pemko Medan Tegaskan Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat
Dua Saksi Kunci Ungkap Fakta Persidangan Yang Melemahkan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum
Dugaan Maladministrasi dan Penggelapan di BNI Cabang Pemuda Medan, Nasabah Klaim Sisa Pembayaran 1,5 Miliar Tak Pernah Diterima
Arsitek dan Konsultan Pengawas Sepakat: Proyek Waterfront City Samosir Rampung, PH Apresiasi Sikap Objektif Majelis Hakim
Dorong Perluasan Pasar UMKM, Wali Kota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal
Sidang Narkotika Rustam dan Rafika: Fakta Persidangan Ungkap Peran Masing-Masing Terdakwa

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Waterfront City Samosir: Saksi Sebut Proyek Telah Sesuai Kontrak, Hakim Minta Pelapor Yang Merupakan Jaksa Agar Dihadirkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Gubernur Sumut Tegaskan Helen’s Night Mart Harus Tutup Jika Izin Tak Lengkap

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:58 WIB

Pemko Medan Tegaskan Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:18 WIB

Dua Saksi Kunci Ungkap Fakta Persidangan Yang Melemahkan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Maladministrasi dan Penggelapan di BNI Cabang Pemuda Medan, Nasabah Klaim Sisa Pembayaran 1,5 Miliar Tak Pernah Diterima

Berita Terbaru