MEDAN, BMNews — Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap meminta pihak kontraktor memastikan kondisi Medan Islamic Centre (MIC) tetap terawat selama masa pemeliharaan berlangsung hingga Maret 2027.

Hal itu disampaikan Zakiyuddin saat meninjau langsung kompleks MIC di Jalan Rawe, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (23/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia mengecek kondisi bangunan sekaligus sejumlah fasilitas yang tersedia di kawasan Islamic Centre.
Didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan John Ester Lase, Zakiyuddin menemukan sejumlah bagian yang masih membutuhkan perhatian.
Beberapa di antaranya yakni area halaman depan yang belum tertata karena masih berupa tanah, kondisi kolam yang kurang terawat, serta sejumlah gulungan ambal yang belum dipasang. Kebersihan di sejumlah bagian gedung juga menjadi perhatian karena bangunan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan kontraktor.
“Kita tidak ingin gedung yang baru ini terkesan seperti ditinggalkan. Karena masih dalam masa pemeliharaan sampai Maret 2027, kita minta pihak pemborong untuk tetap membersihkan, merawat dan menjaga seluruh fasilitas yang ada,” kata Zakiyuddin.
Dalam kunjungan itu, Zakiyuddin juga mengecek fasilitas lift yang berada di kawasan MIC. Lift pada menara setinggi 99 meter diketahui sudah dapat digunakan, sedangkan lift yang berada di bangunan utama masjid belum dapat dilakukan pengecekan.
Ia juga memastikan fasilitas payung elektrik di bagian depan masjid dapat berfungsi dengan baik, termasuk mekanisme membuka dan menutupnya.
Menurut Zakiyuddin, MIC memiliki bangunan yang megah dan berpotensi menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kota Medan. Namun, sejumlah pekerjaan dan perawatan masih perlu dituntaskan meski proses serah terima bangunan telah dilakukan.
“Islamic Centre ini sangat megah dan indah. Tetapi karena masih dalam masa pemeliharaan kontraktor, tentu masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki dan dibenahi,” ujarnya.
Pemko Medan, lanjut Zakiyuddin, juga tengah menyiapkan pola pengelolaan MIC setelah masa pemeliharaan berakhir. Dalam waktu dekat, pemerintah kota akan menggelar rapat untuk membahas pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang nantinya bertugas mengelola kawasan tersebut.
Selain UPT, Badan Kenaziran Masjid (BKM) juga akan dibentuk untuk mendukung pengelolaan dan pelaksanaan berbagai aktivitas keagamaan di MIC.
Mengenai perangkat daerah yang akan menjadi bagian dari pengelolaan UPT, Zakiyuddin menyebut Perkimcikataru menjadi salah satu opsi yang akan dibahas. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai bentuk kelembagaan dan mekanisme pengelolaan masih dalam pembahasan Pemko Medan.
Turut mendampingi peninjauan tersebut Ketua MUI Kota Medan H. Hasan Maksum dan Camat Medan Labuhan Elias Padang.
Zakiyuddin berharap keberadaan MIC dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat berbagai kegiatan keagamaan masyarakat Kota Medan.
Salah satu agenda yang diharapkan dapat digelar di kawasan tersebut adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Medan. Menurut Zakiyuddin, rencana tersebut telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
“Besar harapan kita, MTQ Kota Medan nantinya dapat dilaksanakan di sini. Pak Wali Kota juga sudah menyetujui rencana tersebut,” pungkasnya.

.








