Aceh Timur, Beritamedannews.com — Jumat, 23 Januari 2026 Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur, khususnya terkait pembukaan akses dan penataan hunian pascabencana.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.
“Pemerintah pusat dan daerah harus bergerak bersama. Pembukaan akses menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan distribusi logistik, pelayanan dasar, dan pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat,” ujar Tito Karnavian.
Upaya pemulihan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta pemerintah daerah setempat. Fokus utama diarahkan pada percepatan pembukaan akses jalan agar wilayah terdampak dapat segera dilalui kendaraan roda empat.
Mendagri juga menyoroti beratnya tantangan di lapangan. Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah wilayah di Aceh Timur yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Kondisi tersebut menyebabkan penyaluran bantuan logistik hanya dapat dilakukan setiap tiga hari sekali. Bahkan, untuk menjangkau permukiman warga, tim penyalur bantuan harus menyeberangi aliran sungai.
“Kondisi ini membutuhkan kerja ekstra dan koordinasi yang solid. Negara harus hadir memastikan masyarakat terdampak tidak terisolasi terlalu lama,” tegas Tito.

Selain pembukaan akses, Mendagri menekankan pentingnya penataan kembali hunian warga pascabencana. Menurutnya, pembangunan hunian tidak boleh dilakukan secara seragam, melainkan harus mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, serta aspirasi masyarakat setempat.
“Penataan hunian harus berbasis kebutuhan dan keinginan warga. Jangan dipaksakan satu pola atau satu kawasan besar jika tidak sesuai dengan kondisi sosial masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah berharap percepatan pembukaan akses dan penataan hunian yang tepat dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih efektif serta berkelanjutan.
Pemantauan langsung dilakukan di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sebagai bagian dari upaya memastikan pemulihan pascabencana berjalan sesuai rencana. (**)

.








