Medan, Beritamedannews.com —Polrestabes Medan akhirnya berhasil membongkar terduga pelaku pembakaran rumah Hakim Khamizaro Waruwu. Salah satu terduga pelaku ternyata merupakan sopir pribadi sang hakim. Temuan ini memunculkan dugaan motif balas dendam dari pihak masyarakat.
Apresiasi IPA Sumut untuk Kapolrestabes Medan
Ketua Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumut, Ahmad Irham Tajhi, mengapresiasi langkah cepat Kapolrestabes Medan dalam mengungkap kasus tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan. Terduga pelaku yang merupakan sopir hakim diduga bermotif perampokan,” kata Irham, Kamis (20/11/2025) di Medan.
Irham menilai pengungkapan ini sekaligus membantah berbagai tudingan yang mengaitkan kebakaran rumah tersebut dengan sidang kasus korupsi jalan di Sumut.
Bantahan Terkait Isu yang Menyeret Nama Gubernur
Irham menegaskan bahwa tuduhan yang menghubungkan kasus ini dengan Gubernur Sumatera Utara bersifat tendensius dan tidak berdasar.
“Fitnah itu kini terbantahkan dengan sendirinya,” ujarnya.
Irham juga meminta pihak-pihak yang menyinggung nama Wali Kota Medan Bobby Nasution agar segera menghentikan narasi sesat.
“Semoga mereka bertobat. Jangan memfitnah tanpa dalil dan bukti,” tegasnya.
Pertanyaan soal Motif Balas Dendam
Lebih lanjut, Irham mempertanyakan alasan sopir yang justru menjadi terduga pelaku dari pembakaran rumah majikannya sendiri.
“Kalau sopir bisa berbuat begitu, apakah ada motif balas dendam? Kami berharap Kapolrestabes Medan menelusuri motif lainnya,” kata Irham.
Polisi Telah Periksa 49 Saksi
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan adanya temuan menarik terkait terbakarnya rumah hakim di Jalan Pasar 2 Komplek Taman Harapan Indah, Medan Selayang.
Calvijn menjelaskan bahwa tim gabungan kepolisian telah memeriksa 49 saksi. Keterangan mereka dipadukan dengan hasil olah TKP serta barang bukti yang ditemukan.
“Setiap hari ada saksi tambahan yang membuat kasus ini semakin terang. Keterangan saksi kami cocokkan dengan pengecekan manual,” kata Calvijn, Rabu (19/11/2025).
Meski begitu, Calvijn belum bersedia membeberkan detail temuan tersebut karena penyelidikan masih berlangsung.
“Ada hal menarik dari pantauan CCTV pada 14 November. Kami masih mendalaminya dan menyesuaikan dengan keterangan 49 saksi, termasuk dari korban, Damkar, warga, dan pihak kelurahan,” jelasnya.

.








