Nah Ketahuan Kan, Bupati Tapsel Sudah Ingatkan Resiko Kerusakan Hutan Kemenhut Harus Tanggung Jawab

- Reporter

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANGTORU, Beritamedannews.com — Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, mengungkapkan bahwa pemerintah kabupaten sebenarnya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan sebelum banjir bandang melanda Batangtoru pada 25 November 2025. Hal itu ia sampaikan usai meninjau lokasi pengungsian warga di Aula Kantor Camat Batangtoru, Sabtu (29/11/2025) malam.

 

Gus Irawan menjelaskan, pada Juli 2025 Pemkab Tapsel menerima surat dari Direktorat Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan yang memerintahkan penghentian sementara aktivitas Pengelolaan Hak Atas Tanah (PHAT) kerja sama antara korporasi dan masyarakat dalam pemanfaatan kayu. Ia menyebut keputusan itu sempat membuatnya lega karena dinilai penting dalam menjaga tutupan hutan di kawasan rawan bencana.

Baca Juga :  Soorrrr Pakcik.!! Kontingen Sumut Boyong 13 Medali pada Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

 

“Begitu menerima surat itu, kami langsung menindaklanjuti dengan edaran ke camat dan lurah. Prinsipnya, tutupan hutan harus dijaga, dan penghentian sementara aktivitas pengambilan kayu itu langkah yang tepat,” ujar Gus Irawan.

 

Namun, situasi berubah beberapa bulan kemudian. Menurutnya, sekitar Oktober 2025 izin tersebut kembali dibuka sehingga aktivitas penebangan kembali berjalan.

 

“Saya terkejut ketika mengetahui izin itu aktif lagi. Padahal kami sudah menyambut baik penghentian sementara karena aktivitas itu berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Labuhan Deli Renovasi Musholla Taman Maharani dalam Program ‘Pengabdian IMIPAS untuk Negeri’, Paten Kali Ahh!

 

Merespons hal tersebut, Pemkab Tapsel menyampaikan keberatan secara resmi. Pada 14 November 2025, pihaknya mengirim surat ke Direktorat Pengelolaan Hutan Lestari untuk mengusulkan penghentian kembali seluruh aktivitas penebangan.

 

“Namun pada awal November, kerja sama korporasi dengan masyarakat itu tetap berjalan. Tak lama berselang, tepatnya 25 November, banjir bandang terjadi di Batangtoru,” kata Gus Irawan.

 

Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama agar kebijakan pengelolaan hutan lebih mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Bobby Nasution Tinjau Pembangunan Sabo dan Tanggul Sungai di Tapanuli Tengah, Dorong Percepatan Realisasi
Terpisah Sejak Lama, Seorang Anak Cari Ayah Kandung Bernama Ramelan
Ketua Umum Komunitas Aku Anak Medan Dukung Ketegasan Gubernur Sumut Terkait Penyalahgunaan Narkoba
Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Tol Medan–Binjai
Kajatisu Harli Patut Diapresiasi Sikap Ksatria Dengan Permintaan Maaf, Riza Usty Siregar: Ini Baru Pemimpin
Safari Ramadhan Polda Sumut di Tebing Tinggi, Pererat Sinergi dan Ukhuwah dengan Masyarakat
KNPI Sumut Berikan Penghargaan Penegakan Hukum dan Anti Korupsi kepada Kajati Sumut
Aksi Ramadan Permedsu: Ratusan Takjil Dibagikan ke Warga di Pasar 3 Krakatau
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 21:08 WIB

Gubernur Bobby Nasution Tinjau Pembangunan Sabo dan Tanggul Sungai di Tapanuli Tengah, Dorong Percepatan Realisasi

Senin, 13 April 2026 - 12:58 WIB

Terpisah Sejak Lama, Seorang Anak Cari Ayah Kandung Bernama Ramelan

Senin, 13 April 2026 - 12:49 WIB

Ketua Umum Komunitas Aku Anak Medan Dukung Ketegasan Gubernur Sumut Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Sabtu, 11 April 2026 - 17:32 WIB

Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Tol Medan–Binjai

Sabtu, 4 April 2026 - 19:20 WIB

Kajatisu Harli Patut Diapresiasi Sikap Ksatria Dengan Permintaan Maaf, Riza Usty Siregar: Ini Baru Pemimpin

Berita Terbaru