Bertahun-tahun Tanpa Listrik, Warga Simpang Koje Madina Keluhkan Infrastruktur dan Layanan Dasar

- Reporter

Sabtu, 12 September 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANDAILING NATAL, BMNews – Warga Desa Simpang Koje, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengeluhkan belum tersedianya aliran listrik di wilayah mereka. Kondisi tersebut disebut warga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak terhadap aktivitas serta kebutuhan dasar masyarakat.

 

Keluhan itu disampaikan sejumlah warga melalui sebuah video yang beredar. Dalam video tersebut, warga menyebut akses jaringan listrik ke wilayah mereka belum terealisasi. Salah seorang warga bahkan mengatakan adanya kendala perizinan yang disebut berkaitan dengan pihak perusahaan.

 

“Tidak diizinkan PT katanya. Sudah berapa tahun katanya bakal masuk lampu, tapi nyatanya tidak ada juga,” ujar warga dalam video tersebut.

 

Namun, informasi mengenai adanya kendala perizinan tersebut masih sebatas keterangan warga. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak perusahaan maupun PLN mengenai penyebab belum tersedianya jaringan listrik di Desa Simpang Koje.

 

Selain persoalan listrik, warga juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang berada di sekitar permukiman maupun kawasan yang berdekatan dengan perusahaan.

 

Menurut warga, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan selama ini diperbaiki secara swadaya melalui gotong royong. Bahkan, masyarakat disebut harus mengeluarkan biaya pribadi untuk membeli maupun mengangkut material guna menimbun bagian jalan yang rusak.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Polda Sumut di Tebing Tinggi, Pererat Sinergi dan Ukhuwah dengan Masyarakat

 

“Nampaklah nanti tanjakan dekat kebun itu, itu sudah berapa kali kami timbun. Masyarakat yang timbun,” kata warga tersebut.

 

“Dana pribadi, yang punya motor itu yang mengangkatnya. Jalan datar yang bagus itu pakai dana pribadi,” lanjutnya.

 

Ketiadaan listrik juga dinilai warga menyulitkan mereka dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk ketika terjadi keadaan darurat.

 

“Lampu ini belum ada, Bang. Kami belum merdeka. Kalau ada orang meninggal, susah, tidak ada lampu,” ungkap warga lainnya.

 

Persoalan pelayanan dasar juga menjadi perhatian. Warga menyebut keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya tidak adanya bidan di wilayah tersebut, menjadi kendala bagi masyarakat ketika membutuhkan pertolongan medis, termasuk bagi ibu yang hendak melahirkan.

 

“Kalau ada yang melahirkan, bidan tidak ada di sini, Bang,” ujar seorang warga.

 

Keluhan tersebut menggambarkan masih adanya persoalan akses terhadap infrastruktur dasar dan pelayanan publik yang dirasakan masyarakat Desa Simpang Koje. Meski demikian, sejumlah pernyataan warga tersebut masih memerlukan penjelasan dan verifikasi dari instansi serta pihak terkait agar kondisi dan penyebab sebenarnya dapat diketahui secara utuh.

Baca Juga :  Alamak!! Sat Narkoba Polres Simalungun Gulung Bandar Narkoba, Sita 37,29 Gram Sabu

 

Redaksi Beritamedannews telah berupaya meminta tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Wakil Bupati, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mandailing Natal, serta Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 7, Rahmat Rayyan Nasution.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Rahmat Rayyan Nasution telah memberikan tanggapan. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu menjembatani aspirasi masyarakat Desa Simpang Koje.

 

“Terima kasih atas informasinya. Pertama, saya belum mengetahui apa kendala sebenarnya sehingga belum difasilitasi PLN. Saya baru tahu sekarang. Saya akan hubungi PLN dan yang lain akan saya komunikasikan kepada pihak terkait untuk dapat menjembatani keperluan masyarakat, karena saya belum pernah mendapat informasi terkait desa tersebut,” ujarnya.

 

Rahmat juga menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut kepada pihak-pihak terkait guna mengetahui kendala yang menyebabkan kebutuhan dasar masyarakat di Desa Simpang Koje belum terpenuhi.

 

Redaksi masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak perusahaan, PLN, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan listrik, kondisi jalan, serta akses pelayanan kesehatan yang dikeluhkan warga. (*)

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indikasi Judol Menjalar Ke Hak Bansos Keluarga? Fajar Bahari,SE : Jangan Hukum Orang Yang Tidak Bersalah 
Lima Supplier Dihadirkan JPU, PH Soroti Efisiensi Sidang Waterfront City Samosir: Saksi yang Relevan Harus Didahulukan
Diduga Dapat Restu Kapolres, Warga Lima Kecamatan Desak Kapolda Sumut Turun Tangan Gempur Judi Tembak Ikan Merk AB di Deli Serdang
Reuni Perak IAY Angkatan 2001 Digelar di Medan, 26 Guru Turut Diundang
Zakiyuddin Harahap Dorong HKTI Jadi Garda Terdepan Perkuat Pertanian dan Kesejahteraan Petani
Gerindra Sumut Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, Ihwan Ritonga: ‘Bentuk Kepedulian dan Solidaritas’
HUT RI Ke 81 Jadi Momen Konsolidasi Organisasi, Maruli Siahaan Dorong Penguatan Persatuan
Terungkap di Persidangan, Saksi PT HK Nyatakan Volume Pekerjaan Waterfront City Sudah Sesuai

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 23:07 WIB

Indikasi Judol Menjalar Ke Hak Bansos Keluarga? Fajar Bahari,SE : Jangan Hukum Orang Yang Tidak Bersalah 

Sabtu, 12 September 2026 - 14:07 WIB

Bertahun-tahun Tanpa Listrik, Warga Simpang Koje Madina Keluhkan Infrastruktur dan Layanan Dasar

Jumat, 11 September 2026 - 13:34 WIB

Lima Supplier Dihadirkan JPU, PH Soroti Efisiensi Sidang Waterfront City Samosir: Saksi yang Relevan Harus Didahulukan

Jumat, 11 September 2026 - 13:20 WIB

Diduga Dapat Restu Kapolres, Warga Lima Kecamatan Desak Kapolda Sumut Turun Tangan Gempur Judi Tembak Ikan Merk AB di Deli Serdang

Kamis, 10 September 2026 - 18:06 WIB

Reuni Perak IAY Angkatan 2001 Digelar di Medan, 26 Guru Turut Diundang

Berita Terbaru