Medan, Beritamedannews.com — 7 Desember 2025 — Bencana hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor menerjang Sumatera Utara dan menimbulkan dampak kemanusiaan serta kerugian ekonomi dalam skala besar. Hingga 7 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, tercatat 420.631 kepala keluarga (KK) atau setara 1.578.014 jiwa terdampak di 13 kabupaten dan 5 kota.
Tragedi ini telah merenggut 330 korban jiwa, sementara 136 orang dilaporkan hilang dan 650 lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 10.902 KK atau 45.032 jiwa terpaksa mengungsi akibat rusaknya permukiman dan ancaman lanjutan bencana.
Beberapa wilayah masih terisolasi, terutama di Kabupaten Tapanuli Utara (2 kecamatan, 8 desa) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (1 kecamatan, 37 desa), akibat terputusnya akses jalan dan jembatan.
Infrastruktur Rusak Parah
Kerusakan besar terjadi pada sektor infrastruktur:
Jalan nasional: 23 ruas, 88 titik longsor
Jembatan nasional: 3 unit
Kerugian: Rp118 miliar
Jalan provinsi: 25 ruas, 115 titik longsor
Jembatan provinsi: 5 unit
Kerugian: Rp221,45 miliar
Pada sektor sumber daya air, tercatat kerusakan pada 15 jaringan irigasi, 5 bendung, 4.359 meter saluran irigasi, 26 titik tanggul (731 meter), serta 18 titik tebing sungai, dengan total kerugian Rp201,48 miliar.
99 Ribu Rumah Rusak, Kerugian Perumahan Tembus Rp7,9 Triliun
Sektor perumahan menjadi penyumbang kerugian terbesar. Tercatat 99.169 unit rumah rusak dengan estimasi kerugian mencapai Rp7,933 triliun.
Sektor pendidikan turut terdampak dengan total 397 sekolah rusak, terdiri dari:
280 SD
38 SMP
51 SMA
25 SMK
3 SLB
Kerugiannya ditaksir mencapai Rp243,04 miliar.
Sektor kesehatan mencatat kerusakan pada:
18 rumah sakit
25 puskesmas
19 pustu
9 polindes
Dengan total kerugian Rp66,04 miliar.
Sebanyak 131 rumah ibadah juga mengalami kerusakan, sementara nilai kerugian masih dalam pendataan.
Sektor Ekonomi Lumpuh
Kerugian besar juga terjadi di sektor ekonomi, khususnya:
Pertanian: 38.878,87 hektare terdampak, dengan 5.750,92 hektare puso (gagal panen) dan kerugian mencapai Rp1,132 triliun.
Peternakan: 161.949 ekor ternak terdampak, dengan kerugian Rp48,9 miliar.
Sementara sektor perkebunan, perbankan, pasar, dan perkantoran pemerintah masih dalam proses pendataan lanjutan.
Bantuan 259 Ton Telah Digelontorkan
Penanganan darurat terus dilakukan. Hingga Desember 2025, bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai:
179 ton dari Lanud Soewondo
80 ton dari Posko Bencana Sumatera Utara
Sehingga total bantuan mencapai 259 ton.
Total Kerugian Hampir Rp10 Triliun
Akumulasi sementara kerugian lintas sektor akibat bencana ini mencapai: Rp9,98 triliun
Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses verifikasi dan pendataan di sejumlah daerah terdampak. (**)

.








