Medan,

– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Medan sejak Rabu hingga Kamis (27/11) pagi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di berbagai wilayah. Dua aliran sungai utama, yakni Sungai Deli dan Kanal Banjir Johor, dilaporkan meluap hingga menggenangi permukiman warga dan beberapa ruas jalan utama.
Tak hanya banjir, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat derasnya curah hujan. Salah satunya adalah bangunan Kilat Khupi yang berada di Jalan Garuda, Kecamatan Medan Sunggal.
Berdasarkan informasi dan foto yang diterima redaksi, terlihat bagian plafon dan atap bangunan tersebut ambruk dan berantakan.
“Kilat Khupi Garuda Sunggal mengalami kerusakan parah,” ujar seorang sumber melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan hujan masih terus mengguyur Kota Medan hingga saat ini. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke kontak PUSDALOPS PROVSU di 0811-6221-733 bagi warga yang terjebak banjir atau membutuhkan pertolongan.
Kenaikan debit air juga terjadi di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, bahkan mencapai hingga dua meter dari kondisi normal. Arus sungai yang sangat deras dikhawatirkan memperluas area terdampak, terutama di kawasan bantaran.
Sejumlah wilayah yang dilaporkan terendam banjir meliputi: Perumnas Simalingkar, Kampung Baru Medan Maimun, Jalan Gatot Subroto, Martubung Medan Labuhan, Kota Bangun Medan Deli, kawasan Medan Marelan, Belawan, Medan Johor, Kampung Lalang, Helvetia, Medan Tembung, Binjai, dan PDAM Sunggal.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta tetap waspada serta segera mengamankan barang-barang penting apabila debit air kembali meningkat.

.








