Permedsu : KPK Lemah, Korupsi Merajalela, Hukum Seperti Layangan

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BMNews|– Maraknya kasus korupsi yang terus bermunculan di berbagai sektor pemerintahan menimbulkan keprihatinan serius di tengah masyarakat. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini semakin melemah, sementara praktik korupsi justru kian merajalela.

 

Pengurus Persatuan Mediagram Sumatera Utara, Ahmad Sanusi menilai, melemahnya KPK berdampak langsung terhadap menurunnya efek jera bagi para pelaku korupsi. Jika sebelumnya lembaga antirasuah itu dikenal tajam dan ditakuti, kini langkah-langkah penindakan dinilai tidak lagi seagresif dulu.

 

“Korupsi seolah menjadi penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Ketika lembaga pemberantasnya melemah, para pelaku justru semakin berani,” ujar Ahmad Sanusi (29/1/2026).

Baca Juga :  Dirut BPJS Kesehatan Jangan Omdo, Tengok Kebawah, Masyarakat Tersiksa Dengan Layanan Kelen

 

Ia pun menjelaskan, bahwasanya banyak penilaian terkait penegakan hukum saat ini seperti layangan, mudah ditarik kepentingan, terombang-ambing angin kekuasaan, dan kehilangan arah keadilan. Hukum terkesan tajam ke bawah namun tumpul ke atas, menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

 

Situasi ini memicu kekecewaan masyarakat, terutama generasi muda, yang menaruh harapan besar pada reformasi dan pemerintahan yang bersih. Alih-alih menurun, praktik korupsi justru dianggap semakin sistematis dan terstruktur.

Baca Juga :  Pemko Medan Akan Surati Rumah di Bantaran Sungai Deli, Imbau Tidak Buang Sampah dan Pertimbangkan Relokasi

Publik pun mendesak agar pemerintah dan DPR melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penguatan KPK, termasuk mengembalikan independensi lembaga tersebut agar mampu bekerja tanpa intervensi politik.

“Jika hukum terus dimainkan seperti layangan, maka keadilan hanya akan menjadi slogan. Negara bisa kehilangan kepercayaan rakyatnya,” tegas Ahmad Sanusi.

Ia pun berharap, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi jargon politik, tetapi diwujudkan melalui keberanian, ketegasan, dan komitmen nyata untuk menyelamatkan masa depan bangsa. (*)

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miris, Kolong Jembatan di Ringroad Medan Diduga Jadi Tempat Tinggal Anak Jalanan
Laznas Salam dan Syarikat Islam Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Miftahul Jannah
Wakil Wali Kota Medan Apresiasi Pelantikan Mahabudhi Provinsi Sumut, Sebagai Wadah Pengabdian Umat 
Regenerasi Kepemimpinan, Permedsu Kukuhkan Ahmad Sanusi sebagai Ketua Periode 2026–2029
Pemko Medan Turunkan Tarif Parkir, Ringankan Beban Masyarakat dan Ciptakan Sistem Perparkiran yang Lebih Baik
Kadis Perkim Cikataru Mangkir, Komisi 4 DPRD Medan Tunda RDP Soal Pembongkaran Billboard Berizin Milik PT Sumo Advertising
PERMAHI Medan Desak Percepatan Reformasi Polri, Soroti Lemahnya Pengawasan Internal
Usai Tarawih, Ribuan Warga Medan Larut Dalam Kemeriahan Imlek, Rico Waas : Kekuatan Medan Terletak Pada Kemajemukan Warganya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 14:34 WIB

Miris, Kolong Jembatan di Ringroad Medan Diduga Jadi Tempat Tinggal Anak Jalanan

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:35 WIB

Laznas Salam dan Syarikat Islam Deli Serdang Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Miftahul Jannah

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:50 WIB

Wakil Wali Kota Medan Apresiasi Pelantikan Mahabudhi Provinsi Sumut, Sebagai Wadah Pengabdian Umat 

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:09 WIB

Regenerasi Kepemimpinan, Permedsu Kukuhkan Ahmad Sanusi sebagai Ketua Periode 2026–2029

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:43 WIB

Pemko Medan Turunkan Tarif Parkir, Ringankan Beban Masyarakat dan Ciptakan Sistem Perparkiran yang Lebih Baik

Berita Terbaru