Medan, Beritamedannews.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan kembali menetapkan dan menahan satu tersangka baru lagi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelanjaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi untuk kendaraan operasional sampah di Kecamatan Medan Polonia Tahun Anggaran 2024.
Tersangka berinisial KAL, yang menjabat sebagai Kasi Sarana dan Prasarana Kecamatan Medan Polonia, resmi ditahan hari ini setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Medan.
Sebelumnya, penyidik juga telah menahan dua tersangka lainnya, yakni IAS selaku Pengguna Anggaran (PA) dan IRD selaku staf Sarana dan Prasarana kendaraan operasional sampah. Dengan penahanan KAL, total tersangka dalam perkara ini menjadi tiga orang.
Penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup, sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana, sehingga ketiganya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.
Dalam keterangannya, Kejari Medan melalui akun resmi Instagram @kejari.medan menyebutkan bahwa para tersangka diduga melakukan pembelian BBM Solar subsidi untuk kendaraan operasional sampah tidak sesuai ketentuan, memalsukan dokumen realisasi pembelanjaan, serta merekayasa volume pembelian yang dipertanggungjawabkan.
Perbuatan tersebut diduga menyebabkan kerugian keuangan negara, berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) yang dilakukan Auditor Inspektorat Kota Medan.
Kejari Medan menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing tersangka serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab dalam kasus ini. (**)

.








