Bah!! Gus Mus Gak Setuju Pakcik, Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional: “Saya Paling Tidak Setuju”

- Reporter

Senin, 10 November 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Pelantikan PWNU Jateng, pada Agustus 2024. (Foto: dok. NU Online)

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Pelantikan PWNU Jateng, pada Agustus 2024. (Foto: dok. NU Online)

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Pelantikan PWNU Jateng, pada Agustus 2024. (Foto: dok. NU Online)

Jakarta, beritamedannews – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menolak rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional,” ujar Gus Mus di kediamannya di Leteh, Rembang, Jawa Tengah, dikutip dari NU Online, Minggu (9/11).

Gus Mus mengungkapkan, selama masa pemerintahan Soeharto, banyak ulama pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang mengalami perlakuan tidak adil.

“Banyak kiai yang dimasukin sumur, papan nama NU tidak boleh dipasang, yang suruh dipasang banyak dirobohin oleh bupati-bupati. Adik saya sendiri, Kiai Adib Bisri akhirnya keluar dari PNS karena dipaksa masuk Golkar,” tutur Gus Mus.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Kemandirian Indonesia di Tengah Pemulihan Bencana Sumatera

Ia juga menambahkan bahwa tekanan politik pada masa Orde Baru tidak hanya dialami oleh kalangan bawah, tetapi juga dirasakan langsung oleh para tokoh besar NU.

 

“Kiai Sahal Mahfudh itu didatangi pengurus Golkar Jawa Tengah diminta jadi penasehat Golkar Jawa Tengah. Kiai Sahal tidak mau, saya menyaksikan sendiri,” ungkapnya.

Pernyataan Gus Mus tersebut menanggapi wacana pemerintah yang tengah menyeleksi sejumlah tokoh untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, termasuk di antaranya nama Soeharto.

Baca Juga :  Ketua Umum AKU ANAK MEDAN Apresiasi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru

 

Sebagaimana diketahui, Soeharto yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade (1967–1998) masih menyisakan kontroversi dalam sejarah Indonesia. Meski diakui telah membawa stabilitas ekonomi dan pembangunan, masa pemerintahannya juga diwarnai dengan pelanggaran HAM, pembatasan kebebasan politik, dan tekanan terhadap kelompok-kelompok Islam tradisional.

 

Sikap tegas Gus Mus ini mencerminkan pandangan sebagian kalangan NU yang menilai bahwa penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional harus mempertimbangkan seluruh rekam jejaknya secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi keberhasilan pembangunan.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum AKU ANAK MEDAN Apresiasi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru
Dua Hari Tak Hadiri Rapat DPR di Tengah OTT KPK, Nusron Wahid Diwakili Wamen ATR/BPN
Kuasa Hukum Gus Alex Minta Jokowi Dihadirkan di Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji
Riza Usty Siregar Apresiasi Sikap Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan
Gerindra Optimis Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo Akan Kembali Meningkat
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Jaksa Agung Usulkan Harli Siregar Jadi Kabandiklat, Tokoh Pemuda Sumut Apresiasi Langkah Tegas
Rangga Ary Prasetyo Minta Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi MBG hingga Korwil dan Korcam, Terutama di Sumut

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Ketua Umum AKU ANAK MEDAN Apresiasi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:05 WIB

Dua Hari Tak Hadiri Rapat DPR di Tengah OTT KPK, Nusron Wahid Diwakili Wamen ATR/BPN

Jumat, 11 September 2026 - 17:37 WIB

Kuasa Hukum Gus Alex Minta Jokowi Dihadirkan di Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji

Kamis, 3 September 2026 - 14:25 WIB

Riza Usty Siregar Apresiasi Sikap Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Gerindra Optimis Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo Akan Kembali Meningkat

Berita Terbaru