Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional SDM untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

- Reporter

Kamis, 16 April 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, BMNews| 15 April 2026 , Pemerintah melalui Panitia Seleksi Nasional SDM Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) resmi membuka rekrutmen nasional untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa. Rekrutmen ini ditujukan guna memperkuat pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih.

 

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi desa dan kawasan pesisir memerlukan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta memiliki kemampuan manajerial yang baik. Menurutnya, kehadiran SDM unggul akan menjadi kunci dalam mendorong koperasi desa menjadi lembaga ekonomi yang modern, kuat, dan berkelanjutan.

 

Pada tahap awal, pemerintah menyediakan sebanyak 35.476 formasi, yang terdiri dari:

 

30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang akan ditempatkan sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Klaim Bergerak Cepat, Aceh Sebut Arahan Presiden Tak Jalan di Lapangan

 

5.476 posisi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih, yang akan bertugas di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

 

 

Seluruh posisi tersebut akan berstatus sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

 

Pendaftaran dibuka mulai 15 April hingga 24 April 2026 melalui laman resmi phtc.panselnas.go.id. Masyarakat dapat mengakses informasi lengkap terkait persyaratan, tahapan seleksi, hingga mekanisme pendaftaran melalui situs tersebut.

 

Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan D-III, D-IV, dan S-1 dari جميع jurusan, dengan persyaratan umum antara lain:

 

Usia maksimal 35 tahun

 

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75

 

 

Proses seleksi dilakukan menggunakan sistem berbasis merit (merit-based system), yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, dan kompetensi, sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara adil dan profesional.

 

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apapun. Tidak ada jalur khusus, titipan, maupun pihak yang dapat menjamin kelulusan. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ini. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi Panitia Seleksi Nasional, khususnya laman phtc.panselnas.go.id.

Baca Juga :  Mahasiswa FH UI Minta Maaf Langsung ke Korban, BEM Tegaskan Sanksi Tetap Diperlukan

 

Pelaksanaan rekrutmen ini dilakukan secara kolaboratif di bawah koordinasi BP BUMN, dengan dukungan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian PANRB, Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Badan Kepegawaian Negara, serta Badan Komunikasi Pemerintah. Sinergi lintas sektor ini bertujuan memastikan proses seleksi berjalan cepat, transparan, tertib, dan akuntabel.

 

Pemerintah juga mengajak seluruh kepala daerah—mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga kepala desa—untuk turut aktif menyosialisasikan program ini serta mengawal implementasinya di daerah masing-masing.

 

“Ini adalah kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengambil bagian dalam pengabdian nyata. Negara memanggil untuk hadir dan berkontribusi membangun desa, kelurahan, serta kampung nelayan sebagai fondasi utama pembangunan nasional,” demikian disampaikan dalam ajakan resmi pemerintah. (Admin)

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Jaksa Agung Usulkan Harli Siregar Jadi Kabandiklat, Tokoh Pemuda Sumut Apresiasi Langkah Tegas
Rangga Ary Prasetyo Minta Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi MBG hingga Korwil dan Korcam, Terutama di Sumut
Korban Begal Brutal Dioperasi di Siloam, Biaya Ditanggung Ahmad Sahroni
Alamak, Ketua Ombudsman RI Dibungkus Kejaksaan Agung, LHKPN Tercatat Rp4,17 Miliar
Mahasiswa FH UI Minta Maaf Langsung ke Korban, BEM Tegaskan Sanksi Tetap Diperlukan
Harli Siregar Jadi Inspektur III Jamwas, “Ustadz” Kajati Sumut. Kita Tunggulah Gebrakannya
JK Dilaporkan GAMKI soal Ceramah “Mati Syahid”, Jubir Tegaskan Konteks Disalahpahami

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:57 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:32 WIB

Jaksa Agung Usulkan Harli Siregar Jadi Kabandiklat, Tokoh Pemuda Sumut Apresiasi Langkah Tegas

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Rangga Ary Prasetyo Minta Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi MBG hingga Korwil dan Korcam, Terutama di Sumut

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:16 WIB

Korban Begal Brutal Dioperasi di Siloam, Biaya Ditanggung Ahmad Sahroni

Kamis, 16 April 2026 - 21:54 WIB

Alamak, Ketua Ombudsman RI Dibungkus Kejaksaan Agung, LHKPN Tercatat Rp4,17 Miliar

Berita Terbaru