JAKARTA, Beritamedannews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya menjelang penutupan tahun 2025. Dalam rentang waktu yang berdekatan, lembaga antirasuah tersebut sukses menggelar sejumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat kepala daerah hingga aparat penegak hukum. Seorang bupati aktif dan oknum jaksa menjadi pihak yang tak luput dari bidikan.
KPK kian intensif memburu aparat penegak hukum yang diduga terlibat praktik korupsi. Teranyar, penyidik KPK mencokok seorang oknum jaksa di Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan ini menambah daftar panjang aparat Adhyaksa yang terseret kasus rasuah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, OTT dilakukan di Bekasi pada Kamis, 18 Desember 2025. Sejumlah orang diamankan, termasuk seorang oknum jaksa yang bertugas di Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi.

Di waktu yang hampir bersamaan, KPK juga menetapkan Bupati Bekasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan proyek dan perizinan. Penetapan tersangka ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan daerah, sekaligus menegaskan bahwa jabatan publik tidak pernah menjadi tameng dari jerat hukum.
Tak berhenti di situ, KPK kembali melakukan OTT terhadap oknum jaksa di wilayah Banten. Jaksa tersebut diduga terlibat praktik pemerasan dan penerimaan suap, ironi besar mengingat perannya sebagai garda terdepan penegakan hukum. Dari tangan para terduga, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah.
Wakil Ketua KPK menegaskan bahwa rangkaian operasi ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam memberantas korupsi secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu.
“Tidak ada yang kebal hukum. Baik pejabat eksekutif maupun aparat penegak hukum, semuanya sama di mata hukum,” tegasnya dalam keterangan pers.
Publik menilai langkah KPK ini sebagai peringatan keras bagi para pejabat dan aparat yang masih bermain api dengan korupsi. Alih-alih merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga, para tersangka dipastikan harus menjalani malam tahun baru di balik jeruji besi, menghadapi proses hukum yang panjang.
Rentetan OTT di penghujung tahun ini menjadi pesan kuat bahwa KPK belum kehilangan taji. Di tengah sorotan dan kritik, lembaga antirasuah justru menutup tahun dengan gebrakan besar, membuktikan bahwa perang melawan korupsi masih terus menyala.

.








