Pemerintah Pusat Klaim Bergerak Cepat, Aceh Sebut Arahan Presiden Tak Jalan di Lapangan

- Reporter

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Beritamedannews.com — Pemerintah pusat menepis anggapan publik bahwa penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera berjalan lambat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, pemerintah telah langsung bekerja sejak hari pertama bencana terjadi, bahkan tanpa sorotan kamera.

 

Penegasan tersebut disampaikan Teddy dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12/2025). Ia menyatakan bahwa berbagai langkah penanganan darurat telah dilakukan sejak awal, mulai dari koordinasi lintas kementerian hingga penyaluran bantuan kepada daerah terdampak.

 

“Pemerintah bekerja sejak hari pertama. Banyak langkah yang dilakukan tanpa eksposur media,” ujar Teddy.

 

 

 

Namun, pernyataan pemerintah pusat itu berbanding terbalik dengan kondisi yang disampaikan dari daerah. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Murthala, mengungkapkan bahwa sejumlah arahan Presiden justru tidak berjalan efektif di lapangan.

Baca Juga :  Maen Kali Pakcik! Prof. Mahfud MD Resmi Masuk Pemerintahan Prabowo

 

Dalam wawancara langsung di CNN, Kamis (18/12/2025), Murthala menyebut lemahnya implementasi kebijakan pusat membuat masyarakat terdampak merasa ditinggalkan. Ia menuturkan, sebagian warga bahkan memilih berjuang secara mandiri dan kembali ke daerah masing-masing karena minimnya bantuan yang dirasakan secara nyata.

 

“Banyak arahan Presiden yang tidak sampai dan tidak berjalan di lapangan,” jelas Murthala.

 

 

 

Kondisi tersebut memperkuat rasa putus asa di tengah masyarakat korban bencana. Sejumlah warga menilai respons pemerintah pusat tidak sebanding dengan skala kerusakan dan penderitaan yang mereka alami.

Baca Juga :  Kejadian Yang Berakibat Fatal Kembali Terjadi di Kawasan Industri IHIP Morowali, Lagi - Lagi Makan Korban

 

Perbedaan narasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun memunculkan pertanyaan di ruang publik. Di satu sisi, pemerintah pusat mengklaim telah bekerja cepat dan maksimal. Di sisi lain, suara dari daerah menunjukkan adanya kesenjangan serius antara kebijakan dan realisasi.

 

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apa yang sebenarnya terjadi dalam rantai komando dan distribusi bantuan? Apakah narasi penanganan bencana di Sumatera mulai menjauh dari realitas di lapangan?

 

Publik kini menanti transparansi, evaluasi menyeluruh, serta langkah konkret agar penanganan bencana tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang terdampak. (**)

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alamak, Ketua Ombudsman RI Dibungkus Kejaksaan Agung, LHKPN Tercatat Rp4,17 Miliar
Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional SDM untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan
Mahasiswa FH UI Minta Maaf Langsung ke Korban, BEM Tegaskan Sanksi Tetap Diperlukan
Harli Siregar Jadi Inspektur III Jamwas, “Ustadz” Kajati Sumut. Kita Tunggulah Gebrakannya
JK Dilaporkan GAMKI soal Ceramah “Mati Syahid”, Jubir Tegaskan Konteks Disalahpahami
Terpisah Sejak Lama, Seorang Anak Cari Ayah Kandung Bernama Ramelan
Demokrat Usulkan Opsi Pemotongan Gaji Pejabat Negara untuk Antisipasi Tekanan Fiskal
Ketua Umum JMSI Minta Polri Usut Dalang Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:54 WIB

Alamak, Ketua Ombudsman RI Dibungkus Kejaksaan Agung, LHKPN Tercatat Rp4,17 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 18:31 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen Nasional SDM untuk Perkuat Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

Selasa, 14 April 2026 - 13:59 WIB

Harli Siregar Jadi Inspektur III Jamwas, “Ustadz” Kajati Sumut. Kita Tunggulah Gebrakannya

Senin, 13 April 2026 - 13:14 WIB

JK Dilaporkan GAMKI soal Ceramah “Mati Syahid”, Jubir Tegaskan Konteks Disalahpahami

Senin, 13 April 2026 - 12:58 WIB

Terpisah Sejak Lama, Seorang Anak Cari Ayah Kandung Bernama Ramelan

Berita Terbaru