JAKARTA, BMNews |Pemerintah memastikan pengelolaan tambang emas Martabe di Sumatera Utara akan diambil alih negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Kepastian ini disampaikan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyusul pencabutan izin operasional PT Agincourt Resources.
Tambang emas Martabe sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). Perusahaan tersebut termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah karena dinilai berkontribusi terhadap terjadinya banjir di wilayah Sumatera.
Rosan mengungkapkan, pemerintah masih akan melakukan pembahasan lanjutan bersama Menteri Koordinator Perekonomian untuk memastikan langkah pengelolaan ke depan, termasuk penunjukan resmi Perminas sebagai pengelola baru.
“Nama perusahaannya sudah ada, tapi belum bisa saya sampaikan. Besok pagi jam 8 kami akan rapat dulu dengan Pak Menko dan kementerian terkait,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/1/2026).
Menurut Rosan, rapat tersebut penting untuk menjamin keberlanjutan operasional tambang Martabe, terutama terkait nasib para pekerja yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.
“Ini bukan sekadar soal izin dicabut. Di sana ada pekerja, ada banyak kementerian yang terlibat. Semua akan kami tindak lanjuti secara hati-hati,” katanya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria telah menyampaikan bahwa pengelolaan tambang emas Martabe akan dilakukan oleh Perminas, BUMN baru yang berada langsung di bawah Danantara, dan bukan di bawah holding pertambangan MIND ID.
“Perminas ini entitas baru yang memang khusus dibentuk sebagai Perusahaan Mineral Nasional,” ujar Dony saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dony menambahkan, pengambilalihan konsesi tambang Martabe telah melalui pertimbangan matang, termasuk kesesuaian dengan lini bisnis yang selama ini berada di bawah Danantara.
“Seluruh bisnis pertambangan pemerintah berada di Danantara. Maka secara logis dan struktural, pengelolaannya diserahkan ke Danantara,” pungkasnya.

.








