Nasib Orang Baik Di Indonesia, Dipulangkan & Menguntungkan Negara Tapi Di Penjara, Netizen Geram dan Beri Dukungan

- Reporter

Minggu, 23 November 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Beritamedannews.com — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bersalah terhadap mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, dalam perkara kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) tahun 2019–2022.

 

Dalam putusannya, hakim menghukum Ira Puspadewi dengan pidana empat tahun enam bulan penjara serta denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Dua terdakwa lainnya, yakni Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono, masing-masing divonis empat tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan.

 

Majelis menilai perbuatan para terdakwa telah memberikan keuntungan luar biasa kepada PT JN maupun pemiliknya, meskipun tidak terbukti menerima keuntungan pribadi. Hakim menyatakan unsur penyalahgunaan kewenangan sebagaimana Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) terpenuhi, yakni tindakan yang menguntungkan pihak lain atau korporasi.

 

Dissenting Opinion: Dinilai Sebagai Keputusan Bisnis yang Dilindungi BJR

 

Putusan ini tidak bulat. Ketua Majelis Hakim, Sunoto, menyampaikan dissenting opinion dengan menilai bahwa Ira Puspadewi dan dua terdakwa lain seharusnya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle recht vervolging).

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

 

Sunoto berpendapat bahwa akuisisi PT JN merupakan keputusan bisnis yang dilindungi oleh prinsip Business Judgement Rule (BJR), sehingga tidak dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana korupsi.

 

“Para terdakwa seharusnya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum. Ini merupakan keputusan bisnis yang berada dalam ruang lingkup BJR,” ujar Sunoto dalam pendapat berbeda tersebut.

 

Ia juga mengingatkan bahaya kriminalisasi terhadap direksi BUMN. Menurutnya, jika setiap keputusan bisnis berisiko dipidana, maka para profesional akan enggan menduduki posisi strategis di perusahaan negara.

“Direktur akan menjadi sangat takut mengambil keputusan bisnis yang mengandung risiko… profesional terbaik akan berpikir berkali-kali sebelum menerima jabatan di BUMN,” tegas Sunoto.

 

Dukungan Publik Figur: “Tidak Ada Aliran Dana, Miris”

 

Kasus yang menimpa Ira Puspadewi turut mendapat perhatian sejumlah publik figur. Mereka menilai hukuman terhadap mantan Dirut ASDP itu tidak sejalan dengan rekam jejak dan fakta persidangan.

Baca Juga :  Raja Juli Antoni: PSI Harus Jadi Partai ‘Jelata’ yang Hadir untuk Rakyat Kecil

 

Ferry Irwandi menilai kepemimpinan Ira justru membawa ASDP mencatatkan performa terbaiknya.

“Selama dipimpin ibu Ira Puspadewi, ASDP mencatat lonjakan keberhasilan luar biasa, bahkan meraih laba tertinggi dalam sejarah BUMN Indonesia. Tapi ironisnya, keputusan bisnis akuisisi membuat beliau harus masuk penjara,” ujarnya melalui kanal YouTube.

 

DJ Donny juga menyampaikan keprihatinan serupa.

“Tidak ada aliran dana, tidak memperkaya diri sendiri dengan uang negara. Gak tahu lagi harus ngomong apa. Miris banget,” tulisnya di Instagram.

 

KPK Bantah Tudingan Kriminalisasi

 

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah keras tudingan sejumlah pihak bahwa kasus ini merupakan bentuk kriminalisasi. Jaksa KPK menegaskan dalam persidangan bahwa Ira Puspadewi telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Menurut jaksa, rangkaian tindakan dalam proses KSU dan akuisisi PT JN memenuhi unsur memperkaya pihak lain serta menimbulkan kerugian negara.

Follow WhatsApp Channel beritamedannews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Penangkapan Jurnalis di Morowali Penuh Kekerasan, AJI Nilai Berlebihan
Siap Siap Kelen Yang “KuNaf” Hubungan Seks Luar Nikah Akan Masuk Penjara
Pemerintah Pusat Klaim Bergerak Cepat, Aceh Sebut Arahan Presiden Tak Jalan di Lapangan
KPK Unjuk Gigi di Akhir Tahun, Bupati dan Oknum Jaksa Bakal Tahun Baruan di Penjara
Prabowo Tegaskan Kemandirian Indonesia di Tengah Pemulihan Bencana Sumatera
Rindu Suara Azan, GIS Ajak Korban Banjir Aceh Tamiang Sholat Berjamaah
Agak Lain Kali Ini, Netizen Dukung Enam Oknum Polisi dalam Kasus Pengeroyokan Matel di Kalibata
Bareskrim Polri Buru Dalang Perusakan Hutan di Sumatera: Pemilik Alat Berat Diincar

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 18:44 WIB

Video Penangkapan Jurnalis di Morowali Penuh Kekerasan, AJI Nilai Berlebihan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:23 WIB

Siap Siap Kelen Yang “KuNaf” Hubungan Seks Luar Nikah Akan Masuk Penjara

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:21 WIB

Pemerintah Pusat Klaim Bergerak Cepat, Aceh Sebut Arahan Presiden Tak Jalan di Lapangan

Jumat, 19 Desember 2025 - 16:14 WIB

KPK Unjuk Gigi di Akhir Tahun, Bupati dan Oknum Jaksa Bakal Tahun Baruan di Penjara

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:23 WIB

Prabowo Tegaskan Kemandirian Indonesia di Tengah Pemulihan Bencana Sumatera

Berita Terbaru